TV Israel: Mossad Kerahkan 100 Agen ke Iran untuk Lumpuhkan Peluncur Rudal
Selasa, 23 September 2025 - 10:13 WIB
loading...
A
A
A
Operasi Mossad melibatkan sekitar 100 operator asing, yang menimbulkan tantangan logistik dan komando yang besar, imbuh laporan Channel 13, yang dikutip Iran International, Selasa (23/9/2025).
Wawancara televisi itu dengan para menteri senior Israel menunjukkan tujuan yang lebih luas daripada sekadar melumpuhkan peralatan tempur Iran, yakni merusak fasilitas bawah tanah, melemahkan struktur komando, dan membentuk berbagai peristiwa untuk memengaruhi kebijakan AS.
Menurut laporan tersebut, para pemimpin Israel bahkan membahas penargetan pemimpin tertinggi Iran jika ada kesempatan.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam dokumenter itu mengatakan, "Jika ada kesempatan, kami akan [menargetkannya]."
Netanyahu dilaporkan mengatakan kepada para pejabat pertahanan: "Kami akan menghancurkan proyek nuklir Iran sebaik mungkin. Kami tidak menunggu lampu hijau dari AS, dan tidak masalah jika mereka menolak."
Kerahasiaan adalah hal terpenting, imbuh dokumenter tersebut. Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar menceritakan bahwa dia membahas pernikahan putri seorang teman yang akan datang meskipun dia tahu pernikahan itu tidak akan terlaksana karena ancaman serangan Iran. Bahkan keluarga pejabat tinggi sebagian besar tidak diberi informasi.
Wawancara televisi itu dengan para menteri senior Israel menunjukkan tujuan yang lebih luas daripada sekadar melumpuhkan peralatan tempur Iran, yakni merusak fasilitas bawah tanah, melemahkan struktur komando, dan membentuk berbagai peristiwa untuk memengaruhi kebijakan AS.
Menurut laporan tersebut, para pemimpin Israel bahkan membahas penargetan pemimpin tertinggi Iran jika ada kesempatan.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam dokumenter itu mengatakan, "Jika ada kesempatan, kami akan [menargetkannya]."
Netanyahu dilaporkan mengatakan kepada para pejabat pertahanan: "Kami akan menghancurkan proyek nuklir Iran sebaik mungkin. Kami tidak menunggu lampu hijau dari AS, dan tidak masalah jika mereka menolak."
Kerahasiaan adalah hal terpenting, imbuh dokumenter tersebut. Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar menceritakan bahwa dia membahas pernikahan putri seorang teman yang akan datang meskipun dia tahu pernikahan itu tidak akan terlaksana karena ancaman serangan Iran. Bahkan keluarga pejabat tinggi sebagian besar tidak diberi informasi.
Lihat Juga :