Bendera One Piece Jadi Simbol Perlawanan di Berbagai Negara
Senin, 22 September 2025 - 15:19 WIB
loading...
Bendera One Piece menjadi simbol perlawanan di berbagai negara. Foto/X
A
A
A
PARIS - Bendera tengkorak dengan topi jerami milik kru Straw Hat Pirates dalam anime dan manga One Piece kini bukan hanya sekadar simbol bajak laut. Di dunia nyata, bendera ini telah menjelma menjadi ikon perlawanan dalam aksi demonstrasi di berbagai negara, mulai dari Indonesia, Nepal , Prancis, hingga Filipina.
Kisah One Piece karya Eiichiro Oda bercerita tentang kebebasan, persahabatan, dan perjuangan melawan sistem yang menindas. Nilai-nilai tersebut kemudian dipinjam oleh para demonstran untuk mewakili semangat mereka: menolak ketidakadilan dan melawan otoritas yang dianggap menekan.
Di Indonesia, bendera One Piece menjadi sorotan setelah penduduk memilih untuk mengibarkannya menjelang perayaan Hari Kemerdekaan di bulan Agustus.
Para pejabat pemerintah menuduh para pengunjuk rasa berusaha memecah belah negara dan menyamakan pengibaran bendera tersebut dengan pengkhianatan.
Komentar-komentar ini, serta laporan media lokal tentang penyitaan bendera oleh pihak berwenang dan perintah penghapusan mural, mendorong Amnesty International untuk mengeluarkan pernyataan yang menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk "menghentikan penindasan kebebasan berekspresi."
Saat memberikan sentuhan akhir pada mural semprot bergambar Jolly Roger si Topi Jerami, seniman Indonesia Kemas Muhammad Firdaus mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa gambar manga tersebut merupakan "simbol peringatan bagi pemerintah, sehingga mereka harus memperhatikan rakyatnya."
"Banyak orang Indonesia mengibarkan bendera One Piece karena mereka ingin pemerintah mendengarkan mereka," kata Firdaus kepada Reuters, sambil memegang bendera Jolly Roger miliknya sendiri.
"Pada akhirnya, masyarakat berharap pemerintah akan memperbaiki masalah yang ada."
Bikhyat Khatri, yang turut mengorganisir protes Nepal, mengatakan bendera tersebut "melambangkan agresi dan tekad untuk melawan apa pun yang menghalanginya."
"Banyak anak muda di Nepal menyukai anime," jelas Khatri, dilansir CNN. "Kami ingin gerakan ini terasa seperti gerakan Gen Z, sehingga slogan dan simbol yang digunakan selama protes dikaitkan dengan hal-hal yang dapat dipahami oleh anak muda Gen Z."
Baca Juga: Pengakuan Negara Palestina Menguat, Inggris Ancam Israel agar Tidak Balas Dendam
Melansir LeMonde, di tengah ribuan spanduk berlambang persatuan atau warna Palestina yang dikibarkan di jalanan Paris pada 18 September, sebuah bendera hitam tiba-tiba muncul, menampilkan tengkorak tersenyum yang dimahkotai topi jerami dan pita merah lebar. Meskipun banyak yang hanya melihat lambang bajak laut, bagi penggemar One Piece, referensinya tak terbantahkan: Tak lain adalah "Jolly Roger", bendera hitam kru Mugiwara yang dipimpin oleh Monkey D. Luffy, pahlawan manga karya Eiichiro Oda.
Logo ini juga merupakan salah satu logo paling dikenal dalam budaya populer; seri manga ini—yang telah diterbitkan dalam 110 volume dan diadaptasi menjadi ribuan episode televisi—telah terjual lebih dari setengah miliar kopi di seluruh dunia sejak 1997. Di Prancis, volume-volumenya menjadi buku terlaris.
Melansir Philstar, pada aksi unjuk rasa "Baha sa Luneta" di Manila, Minggu, 21 September, para pengunjuk rasa mengibarkan bendera One Piece, Jolly Roger, dan bendera Palestina sebagai tanda perlawanan.
Pesannya: pemberontakan melawan korupsi, otoritarianisme, dan ketidakadilan. Aksi unjuk rasa Luneta mengumpulkan ribuan demonstran muda yang menuntut akuntabilitas dalam proyek pengendalian banjir pemerintah yang bernilai ratusan miliar.
Kisah One Piece karya Eiichiro Oda bercerita tentang kebebasan, persahabatan, dan perjuangan melawan sistem yang menindas. Nilai-nilai tersebut kemudian dipinjam oleh para demonstran untuk mewakili semangat mereka: menolak ketidakadilan dan melawan otoritas yang dianggap menekan.
Bendera One Piece Jadi Simbol Perlawanan di Berbagai Negara
1. Bendera One Piece di Indonesia
Dalam sejumlah unjuk rasa mahasiswa di Indonesia, bendera Straw Hat kerap dikibarkan sebagai simbol perlawanan. Para demonstran menegaskan bahwa rakyat tak bisa dibungkam, sebagaimana kru Luffy yang menolak tunduk pada kekuasaan otoriter dalam cerita One Piece.Di Indonesia, bendera One Piece menjadi sorotan setelah penduduk memilih untuk mengibarkannya menjelang perayaan Hari Kemerdekaan di bulan Agustus.
Para pejabat pemerintah menuduh para pengunjuk rasa berusaha memecah belah negara dan menyamakan pengibaran bendera tersebut dengan pengkhianatan.
Komentar-komentar ini, serta laporan media lokal tentang penyitaan bendera oleh pihak berwenang dan perintah penghapusan mural, mendorong Amnesty International untuk mengeluarkan pernyataan yang menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk "menghentikan penindasan kebebasan berekspresi."
Saat memberikan sentuhan akhir pada mural semprot bergambar Jolly Roger si Topi Jerami, seniman Indonesia Kemas Muhammad Firdaus mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa gambar manga tersebut merupakan "simbol peringatan bagi pemerintah, sehingga mereka harus memperhatikan rakyatnya."
"Banyak orang Indonesia mengibarkan bendera One Piece karena mereka ingin pemerintah mendengarkan mereka," kata Firdaus kepada Reuters, sambil memegang bendera Jolly Roger miliknya sendiri.
"Pada akhirnya, masyarakat berharap pemerintah akan memperbaiki masalah yang ada."
2. Bendera One Piece di Nepal
Di Nepal, generasi muda menggunakan bendera ini saat menuntut reformasi politik. Simbol tengkorak dengan topi jerami mencerminkan keberanian mereka untuk menantang arus politik lama dan memperjuangkan masa depan yang lebih demokratis.Bikhyat Khatri, yang turut mengorganisir protes Nepal, mengatakan bendera tersebut "melambangkan agresi dan tekad untuk melawan apa pun yang menghalanginya."
"Banyak anak muda di Nepal menyukai anime," jelas Khatri, dilansir CNN. "Kami ingin gerakan ini terasa seperti gerakan Gen Z, sehingga slogan dan simbol yang digunakan selama protes dikaitkan dengan hal-hal yang dapat dipahami oleh anak muda Gen Z."
Baca Juga: Pengakuan Negara Palestina Menguat, Inggris Ancam Israel agar Tidak Balas Dendam
3. Bendera One Piece di Prancis
Protes besar di Prancis, terutama terkait kebijakan ekonomi yang dianggap merugikan rakyat kecil, juga dihiasi oleh bendera One Piece. Di sini, bendera tersebut menjadi simbol solidaritas kelas pekerja melawan “pemerintah dunia” versi modern dalam bentuk kebijakan neoliberal.Melansir LeMonde, di tengah ribuan spanduk berlambang persatuan atau warna Palestina yang dikibarkan di jalanan Paris pada 18 September, sebuah bendera hitam tiba-tiba muncul, menampilkan tengkorak tersenyum yang dimahkotai topi jerami dan pita merah lebar. Meskipun banyak yang hanya melihat lambang bajak laut, bagi penggemar One Piece, referensinya tak terbantahkan: Tak lain adalah "Jolly Roger", bendera hitam kru Mugiwara yang dipimpin oleh Monkey D. Luffy, pahlawan manga karya Eiichiro Oda.
Logo ini juga merupakan salah satu logo paling dikenal dalam budaya populer; seri manga ini—yang telah diterbitkan dalam 110 volume dan diadaptasi menjadi ribuan episode televisi—telah terjual lebih dari setengah miliar kopi di seluruh dunia sejak 1997. Di Prancis, volume-volumenya menjadi buku terlaris.
4. Bendera One Piece di Filipina
Di Filipina, aktivis kerap mengibarkan bendera Straw Hat dalam protes terhadap isu otoritarianisme dan pelanggaran HAM. Mereka melihat kru Luffy sebagai refleksi rakyat kecil yang bersatu melawan rezim kuat dan korup.Melansir Philstar, pada aksi unjuk rasa "Baha sa Luneta" di Manila, Minggu, 21 September, para pengunjuk rasa mengibarkan bendera One Piece, Jolly Roger, dan bendera Palestina sebagai tanda perlawanan.
Pesannya: pemberontakan melawan korupsi, otoritarianisme, dan ketidakadilan. Aksi unjuk rasa Luneta mengumpulkan ribuan demonstran muda yang menuntut akuntabilitas dalam proyek pengendalian banjir pemerintah yang bernilai ratusan miliar.
(ahm)
Lihat Juga :