Kim Jong-un Mau Berunding dengan Trump Asalkan Tak Dipaksa Luncuti Senjata Nuklir Korut
Senin, 22 September 2025 - 13:47 WIB
loading...
A
A
A
Kim Jong-un semakin berani karena perang di Ukraina, menurut para analis, dan berhasil mendapatkan dukungan penting dari Rusia setelah mengirim ribuan pasukan Korea Utara untuk bertempur bersama Moskow.
Korea Utara telah menjadi salah satu sekutu utama Rusia sejak Moskow menginvasi Ukraina tiga setengah tahun yang lalu, mengirimkan ribuan tentara dan kontainer berisi senjata untuk membantu Kremlin mengusir pasukan Ukraina dari Rusia barat, menyusul serangan mendadak Kyiv tahun lalu.
Moskow dan Pyongyang menandatangani pakta pertahanan bersama tahun lalu ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi negara tertutup itu.
Seoul telah berulang kali memperingatkan bahwa Rusia sedang meningkatkan dukungan untuk Pyongyang, termasuk potensi transfer teknologi militer Rusia yang sensitif.
Trump diperkirakan akan mengunjungi Korea Selatan bulan depan, ketika negara tersebut menjadi tuan rumah Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di kota Gyeongju.
"Waktu penyampaian pernyataan tersebut, tepat sebelum kunjungan Trump ke Korea Selatan untuk menghadiri KTT APEC, tampaknya telah direncanakan," ujar Lim Eul-chul, pakar dari Universitas Kyungnam, Korea Selatan.
"Pernyataan tersebut mengisyaratkan kemungkinan pertemuan puncak yang mengejutkan, sekaligus menunjukkan kerinduan Trump yang sudah diketahui publik akan Hadiah Nobel."
Korea Utara telah menjadi salah satu sekutu utama Rusia sejak Moskow menginvasi Ukraina tiga setengah tahun yang lalu, mengirimkan ribuan tentara dan kontainer berisi senjata untuk membantu Kremlin mengusir pasukan Ukraina dari Rusia barat, menyusul serangan mendadak Kyiv tahun lalu.
Moskow dan Pyongyang menandatangani pakta pertahanan bersama tahun lalu ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi negara tertutup itu.
Seoul telah berulang kali memperingatkan bahwa Rusia sedang meningkatkan dukungan untuk Pyongyang, termasuk potensi transfer teknologi militer Rusia yang sensitif.
Trump diperkirakan akan mengunjungi Korea Selatan bulan depan, ketika negara tersebut menjadi tuan rumah Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di kota Gyeongju.
"Waktu penyampaian pernyataan tersebut, tepat sebelum kunjungan Trump ke Korea Selatan untuk menghadiri KTT APEC, tampaknya telah direncanakan," ujar Lim Eul-chul, pakar dari Universitas Kyungnam, Korea Selatan.
"Pernyataan tersebut mengisyaratkan kemungkinan pertemuan puncak yang mengejutkan, sekaligus menunjukkan kerinduan Trump yang sudah diketahui publik akan Hadiah Nobel."
(mas)
Lihat Juga :