Siapa yang Akui Negara Palestina, Siapa yang Tidak, dan Mengapa Itu Penting

Senin, 22 September 2025 - 11:22 WIB
loading...
Siapa yang Akui Negara...
Empat negara Barat, yakni Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal jadi pihak terbaru yang mengakui Negara Palestina. Foto/Anadolu
A A A
JAKARTA - Empat negara Barat—Inggris, Australia, Kanada, dan Portugal—telah resmi mengakui Negara Palestina pada hari Minggu setelah hampir dua tahun perang brutal Israel di Gaza. Prancis, Belgia, dan negara-negara lain bersiap mengikuti jejak empat negara tersebut di Majelis Umum PBB.

Berikut adalah ikhtisar pengakuan diplomatik atas Negara Palestina, yang secara sepihak diproklamasikan oleh para pemimpin Palestina di pengasingan pada tahun 1988.

Dari wilayah yang diklaim oleh Negara Palestina, Israel saat ini menduduki Tepi Barat dan Jalur Gaza sebagian besar masih berupa reruntuhan.

Baca Juga: Inggris, Kanada, dan Australia Resmi Akui Negara Palestina dalam Langkah Bersejarah

Negara Mana yang Mengakui atau Akan Mengakui Negara Palestina?


Jawabannya: tiga perempat anggota PBB.

Menurut penghitungan AFP, setidaknya 145 negara dari 193 anggota PBB kini mengakui Negara Palestina.

Sejauh ini belum ada konfirmasi terbaru dari tiga negara Afrika.

Hitungan AFP tersebut mencakup Inggris dan Kanada—negara G7 pertama yang melakukannya—, Australia, dan Portugal.

Beberapa negara lain, termasuk Prancis, Belgia, Luksemburg, dan Malta, diperkirakan akan mengikuti jejak langkah tersebut dalam pertemuan puncak mengenai masa depan solusi dua negara yang diketuai oleh Prancis dan Arab Saudi pada hari Senin (22/9/2025) di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Rusia, bersama semua negara Arab, hampir semua negara Afrika dan Amerika Latin, dan sebagian besar negara Asia termasuk India dan China, sudah ada dalam daftar tersebut.

Aljazair menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui Negara Palestina pada 15 November 1988, beberapa menit setelah mendiang pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Yasser Arafat secara sepihak memproklamasikan Negara Palestina merdeka.

Baca Juga: Ini Respons Sinis Israel setelah Inggris, Kanada, dan Australia Akui Negara Palestina

Puluhan negara lain mengikuti jejak langkah tersebut dalam beberapa minggu dan bulan berikutnya, dan gelombang pengakuan lainnya datang pada akhir 2010 dan awal 2011.

Serangan Israel di Gaza, yang dipicu oleh serangan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, di Israel pada 7 Oktober 2023, kini telah mendorong 13 negara lain untuk mengakui Negara Palestina.

Siapa yang Tidak Mengakui Negara Palestina?


Jawabannya: setidaknya 45 negara, termasuk Israel, Amerika Serikat, dan sekutunya.

Pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sepenuhnya menolak gagasan Negara Palestina.

Di Asia; Jepang, Korea Selatan, dan Singapura termasuk di antara negara-negara yang tidak mengakui Negara Palestina.

Kamerun di Afrika, Panama di Amerika Latin, dan sebagian besar negara di Oseania juga tidak mengakuinya.

Eropa adalah benua yang paling terpecah dalam isu ini, dan hampir 50-50 dalam hal status Negara Palestina.

Hingga pertengahan 2010-an, satu-satunya negara yang mengakui Negara Palestina selain Turki adalah negara-negara bekas blok Soviet.

Saat ini, beberapa negara bekas blok Timur seperti Hongaria dan Republik Ceko tidak mengakui Negara Palestina secara bilateral.

Eropa Barat dan Eropa Utara hingga kini bersatu dalam penolakan pengakuan, kecuali Swedia, yang memperpanjang pengakuan pada tahun 2014.

Namun, perang di Gaza telah membalikkan keadaan, dengan Norwegia, Spanyol, Irlandia, dan Slovenia mengikuti jejak Swedia untuk mengakui negara tersebut pada tahun 2024, sebelum Inggris dan Portugal melakukannya pada hari Minggu.

Italia dan Jerman tidak berencana mengakui Negara Palestina.

Apa Arti Pengakuan Negara Palestina?


Romain Le Boeuf, seorang profesor hukum internasional di Universitas Aix-Marseille di Prancis selatan, menggambarkan pengakuan Negara Palestina sebagai "salah satu pertanyaan paling rumit" dalam hukum internasional. "Sedikit seperti titik tengah antara politik dan hukum," katanya.

Dia mengatakan kepada AFP bahwa negara-negara bebas memilih waktu dan bentuk pengakuan, dengan variasi yang sangat besar, baik yang eksplisit maupun implisit.

Menurut Le Boeuf, tidak ada kantor untuk mendaftarkan pengakuan.

"Otoritas Palestina di Tepi Barat mencantumkan semua yang mereka anggap sebagai tindakan pengakuan dalam daftarnya sendiri, tetapi dari sudut pandang yang sepenuhnya subjektif. Dengan cara yang sama, negara-negara lain akan mengatakan bahwa mereka telah mengakui atau tidak mengakui, tetapi tanpa perlu benar-benar membenarkan diri mereka sendiri," ujarnya.

"Namun, ada satu hal yang cukup jelas dalam hukum internasional: pengakuan tidak berarti bahwa sebuah negara telah terbentuk, sebagaimana ketiadaan pengakuan tidak menghalangi negara tersebut untuk berdiri," paparnya.

Meskipun pengakuan sebagian besar memiliki bobot simbolis dan politis, tiga perempat negara mengatakan bahwa Palestina memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk menjadi sebuah negara.

"Saya tahu bagi banyak orang ini tampak hanya simbolis, tetapi sebenarnya dalam hal simbolisme, ini semacam 'Sebuah pengubah permainan'," tulis pengacara dan profesor hukum Prancis-Inggris Philippe Sands di New York Times pada pertengahan Agustus 2025.

"Karena begitu Anda mengakui Negara Palestina...pada dasarnya Anda menempatkan Palestina dan Israel pada posisi yang setara dalam hal perlakuan mereka di bawah hukum internasional," imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved