Trump Kenakan Biaya Rp1,6 Miliar untuk Visa H-1B Pekerja Asing di AS

Minggu, 21 September 2025 - 09:19 WIB
loading...
Trump Kenakan Biaya...
Presiden Donald Trump mengenakan biaya lebih dari Rp1,6 miliar untuk pengajuan visa H-1B bagi pekerja asing di Amerika Serikat. Foto/Gedung Putih
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump telah mengenakan biaya lebih USD100.000 (lebih dari Rp1,6 miliar)untuk pengajuan visa H-1B bagi pekerja asing di Amerika Serikat (AS). Ini merupakan upayanya untuk menghentikan perusahaan teknologi Amerika mempekerjakan pekerja asing.

Aturan itu muncul dalam perintah eksekutif yang ditandatangani Trump pada hari Jumat waktu setempat. Dalam kesempatan tersebut, Trump juga meluncurkan "kartu emas" bagi orang-orang kaya asing yang bersedia membayar USD1 juta untuk membeli izin tinggal di AS, seiring langkah Trump untuk merombak sistem imigrasi negara tersebut.

Banyak perusahaan teknologi, termasuk Tesla, Google, dan Amazon, menggunakan visa H-1B untuk merekrut pekerja asing terampil, terutama dari India, untuk mengisi posisi di bidang pengembangan perangkat lunak dan bidang lainnya.

Baca Juga: Pilih Timbun Senjata, Trump Kurangi Penjualan Senjata ke Anggota NATO

Biasanya, perusahaan perekrut pekerja asing dikenakan biaya sebesar USD5.000 untuk mengajukan visa, belum termasuk biaya pengacara.

Perintah eksekutif Trump menyatakan bahwa biaya sebesar USD100.000 harus dibayarkan oleh perusahaan agar aplikasi visa pekerja asingnya dipertimbangkan.

Langkah ini dapat mengakibatkan eksodus pekerja asing dari AS karena akan berlaku untuk perpanjangan maupun visa baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Sinetron Tobat Jatuh...
Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Siap Ulang Kesuksesan 'Dunia Terbalik'
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Berita Terkini
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved