Tegang dengan China, AS Kerahkan 4 Pembom B-1B Lancer ke Guam

Senin, 04 Mei 2020 - 10:54 WIB
loading...
A A A
AS telah menarik sekelompok pesawat pembom strategis B-52 dari Guam pada 17 April sebelum akhirnya mengerahkan empat pesawat pembom Lancer.

Kepala manajemen pasukan operasi PACAF Letnan Kolonel Frank Welton dalam komentarnya soal pengerahan pesawat Lancer ke Guam mengklaim bahwa pesawat tersebut mampu membawa Long Range Anti-Ship Missile (LRASM) atau Rudal Anti-Kapal Jarak Jauh.

"Memberikan penahan lanjutan, kemampuan kontra-kapal," katanya. seperti dikutip Sputniknews, Senin (4/5/2020). Perwira Amerika itu tidak menyebutkan kapal perang siapa yang akan ditargetkan oleh rudal presisi ini jika terjadi konflik.

Carl Schuster, mantan direktur Pusat Intelijen Gabungan Komando Pasifik, mengatakan kepada CNN bahwa penyebaran para pesawat pembom itu dirancang untuk menyulitkan asumsi pengambilan keputusan para "aktor jahat".

Namun, peneliti senior RAND Corporation Timothy Heath menyatakan penyebaran pesawat-pesawat pembom di Guam membuat mereka rentan. "Seorang perencana di militer China bisa dengan mudah merencanakan cara-cara menghancurkan pembom karena kehadiran mereka yang terkenal," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved