Kritik Ekonomi Kim Jong-un, 5 Pejabat Korut Dieksekusi Mati
Sabtu, 12 September 2020 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, ada laporan lain bahwa keluarga mereka dipindahkan ke kamp penjara politik stasiun 15 di Yodeok, Hamgyeongnam-do, salah satu situs paling terkenal di negara itu bagi para pembangkang politik.
Eksekusi tersebut mengkhawatirkan para pejabat Partai Buruh yang takut akan terjadinya kembali "pembersihan" yang melanda negara itu setelah kematian mantan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-il pada 2011. Kim Jong-il adalah ayah Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara saat ini. (Baca juga: 'Menghilang' sejak 27 Juli, Pakar Khawatir Adik Kim Jong-un dalam Bahaya )
Sementara itu, Kim Jong-un membuat penampilan langka di depan publik setelah laporan rezimnya mengeksekusi lima pengkritik muncul di media. Media pemerintah, KCNA, pada hari Sabtu (12/9/2020), melaporkan pemimpin muda itu memeriksa pekerjaan rekonstruksi di daerah yang dilanda banjir di Unpha, Provinsi Hwanghae Utara.
Rentetan topan dan hujan melanda beberapa bagian negara itu dalam beberapa pekan terakhir. "Kim mengatakan ekonomi Korea Utara telah menghadapi masalah dan tekanan karena kerusakan besar yang disebabkan oleh hujan lebat dan topan baru-baru ini," tulis KCNA.
Eksekusi tersebut mengkhawatirkan para pejabat Partai Buruh yang takut akan terjadinya kembali "pembersihan" yang melanda negara itu setelah kematian mantan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-il pada 2011. Kim Jong-il adalah ayah Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara saat ini. (Baca juga: 'Menghilang' sejak 27 Juli, Pakar Khawatir Adik Kim Jong-un dalam Bahaya )
Sementara itu, Kim Jong-un membuat penampilan langka di depan publik setelah laporan rezimnya mengeksekusi lima pengkritik muncul di media. Media pemerintah, KCNA, pada hari Sabtu (12/9/2020), melaporkan pemimpin muda itu memeriksa pekerjaan rekonstruksi di daerah yang dilanda banjir di Unpha, Provinsi Hwanghae Utara.
Rentetan topan dan hujan melanda beberapa bagian negara itu dalam beberapa pekan terakhir. "Kim mengatakan ekonomi Korea Utara telah menghadapi masalah dan tekanan karena kerusakan besar yang disebabkan oleh hujan lebat dan topan baru-baru ini," tulis KCNA.
(min)
Lihat Juga :