Trump Ingin Rebut Kembali Pangkalan AS di Afghanistan, Alasannya Senjata Nuklir China
Jum'at, 19 September 2025 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
Laporan Departemen Luar Negeri tahun 2022 berjudul "Tinjauan Pasca-Aksi di Afghanistan" menemukan bahwa keputusan untuk menyerahkan pangkalan tersebut kepada pemerintah Afghanistan berarti Bandara Internasional Hamid Karzai (HKIA) akan menjadi satu-satunya jalan bagi kemungkinan operasi evakuasi non-kombatan (NEO).
AS dan Taliban tidak memiliki hubungan diplomatik tetapi telah terlibat dalam diskusi pembebasan sandera, menurut laporan Associated Press, Jumat (19/9/2025).
Pada bulan Maret, seorang pria Amerika yang diculik saat bepergian melalui negara itu dibebaskan. Taliban mengatakan pekan lalu bahwa kesepakatan telah dicapai mengenai pertukaran tahanan.
Daniel DePetris, pakar di Defense Priorities, menulis di X: "Trump ingin mengakhiri perang abadi dan menarik Amerika Serikat dari komitmen luar negeri yang tak ada habisnya, itulah sebabnya dia mempertimbangkan untuk membawa kembali pasukan AS ke Lapangan Udara Bagram."
Rebeccah Heinrichs, peneliti senior sekaligus direktur Keystone Defense Initiative di Hudson Institute, menulis di X: "Tentu saja Presiden Trump benar tentang Bagram! Sungguh absurd menyerahkannya kepada Taliban—terutama dalam konteks Perang Dingin dengan RRC [Republik Rakyat China]."
AS dan Taliban tidak memiliki hubungan diplomatik tetapi telah terlibat dalam diskusi pembebasan sandera, menurut laporan Associated Press, Jumat (19/9/2025).
Pada bulan Maret, seorang pria Amerika yang diculik saat bepergian melalui negara itu dibebaskan. Taliban mengatakan pekan lalu bahwa kesepakatan telah dicapai mengenai pertukaran tahanan.
Daniel DePetris, pakar di Defense Priorities, menulis di X: "Trump ingin mengakhiri perang abadi dan menarik Amerika Serikat dari komitmen luar negeri yang tak ada habisnya, itulah sebabnya dia mempertimbangkan untuk membawa kembali pasukan AS ke Lapangan Udara Bagram."
Rebeccah Heinrichs, peneliti senior sekaligus direktur Keystone Defense Initiative di Hudson Institute, menulis di X: "Tentu saja Presiden Trump benar tentang Bagram! Sungguh absurd menyerahkannya kepada Taliban—terutama dalam konteks Perang Dingin dengan RRC [Republik Rakyat China]."
(mas)
Lihat Juga :