Hamas Serukan Dunia Islam Bersatu Melawan Israel, Akankah Terwujud?
Senin, 15 September 2025 - 08:33 WIB
loading...
A
A
A
“Kami telah menunjukkan fleksibilitas semaksimal mungkin terkait penghentian genosida di Gaza, tetapi para penjajahlah yang, melalui pembunuhan dan memaksakan persyaratan mereka sendiri, menghalangi setiap potensi kesepakatan,” ujarnya, dilansir Press TV.
Pesawat-pesawat tempur Israel telah melancarkan serangan udara di markas besar gerakan perlawanan Hamas di ibu kota Qatar, Doha, dalam apa yang digambarkan oleh media Israel sebagai operasi pembunuhan.
Naim lebih lanjut menekankan bahwa agresi Israel terhadap Qatar sekali lagi menunjukkan "sifat berbahaya entitas Zionis, yang mengabaikan perjanjian dan traktat," sebagaimana yang telah berulang kali diperingatkan oleh kelompok perlawanan tersebut selama beberapa dekade konflik.
Ia juga menekankan bahwa kawasan dan dunia berada di titik kritis, menghadapi pilihan untuk membiarkan musuh melanjutkan pelanggarannya terhadap keamanan dan stabilitas kawasan, terutama mengingat rencana ekspansionis mereka untuk "Israel Raya", atau upaya bangsa-bangsa untuk bersatu dan menghentikan penegakan hukum rimba oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan rezim "fasisnya".
Naim juga menunjukkan bahwa "keinginan para pemimpin Arab dan Islam untuk mengadakan pertemuan puncak darurat di Doha memiliki implikasi yang mendalam dalam mendukung Qatar dan meningkatkan keamanan dan stabilitasnya, serta membahas bahaya yang akan datang akibat agresi teroris ini."
Pesawat-pesawat tempur Israel telah melancarkan serangan udara di markas besar gerakan perlawanan Hamas di ibu kota Qatar, Doha, dalam apa yang digambarkan oleh media Israel sebagai operasi pembunuhan.
Naim lebih lanjut menekankan bahwa agresi Israel terhadap Qatar sekali lagi menunjukkan "sifat berbahaya entitas Zionis, yang mengabaikan perjanjian dan traktat," sebagaimana yang telah berulang kali diperingatkan oleh kelompok perlawanan tersebut selama beberapa dekade konflik.
Ia juga menekankan bahwa kawasan dan dunia berada di titik kritis, menghadapi pilihan untuk membiarkan musuh melanjutkan pelanggarannya terhadap keamanan dan stabilitas kawasan, terutama mengingat rencana ekspansionis mereka untuk "Israel Raya", atau upaya bangsa-bangsa untuk bersatu dan menghentikan penegakan hukum rimba oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan rezim "fasisnya".
Naim juga menunjukkan bahwa "keinginan para pemimpin Arab dan Islam untuk mengadakan pertemuan puncak darurat di Doha memiliki implikasi yang mendalam dalam mendukung Qatar dan meningkatkan keamanan dan stabilitasnya, serta membahas bahaya yang akan datang akibat agresi teroris ini."
Lihat Juga :