Pertama Kali di Dunia, 5 Fakta Gen Z Pilih PM Perempuan Pertama Nepal dengan Aplikasi Discord

Minggu, 14 September 2025 - 05:05 WIB
loading...
Pertama Kali di Dunia,...
Gen Z Nepal pilih PM dengan aplikasi Discord. Foto/X@tariquesha1
A A A
KATHMANDU - Para demonstran Gen Z Nepal dilaporkan menggunakan platform Discord untuk mengadakan pemungutan suara dadakan untuk memilih perdana menteri perempuan. Itu terjadi beberapa hari setelah menggulingkan pemerintahan KP Sharma Oli melalui protes mematikan yang menyebar bak api di seluruh negeri.

Negara ini akan menyelenggarakan pemilihan umum pada 5 Maret 2026 untuk menentukan perdana menteri penuh waktu berikutnya. Hingga pemilihan umum diselenggarakan, Sushila Karki yang berusia 73 tahun, mantan ketua Mahkamah Agung, akan menjadi perempuan pertama yang memimpin negara ini.

Protes yang dipicu oleh ketidakpuasan atas larangan pemerintah terhadap beberapa platform media sosial populer, segera berkembang menjadi wacana yang lebih luas tentang korupsi dan pengangguran ketika Generasi Z – remaja dan 20-an – turun ke jalan dengan membawa spanduk dan slogan. Setidaknya 51 orang tewas dan lebih dari 1.300 orang terluka dalam protes nasional yang meletus setelah pemerintah mencoba menutup platform media sosial seperti Facebook dan Instagram, yang memicu kemarahan yang mendalam.

Protes berubah menjadi kekerasan ketika pasukan keamanan menggunakan peluru tajam, gas air mata, dan pentungan sementara para demonstran merobohkan barikade, menjarah bisnis, dan membakar kantor-kantor pemerintah serta kediaman politisi.

Perdana menteri dan empat menterinya mengundurkan diri minggu lalu, dan militer mengambil alih ibu kota, segera memberlakukan jam malam nasional. Militer melonggarkan jam malam selama beberapa jam agar warga dapat membeli perbekalan.

Pertama Kali di Dunia, 5 Fakta Gen Z Pilih PM Perempuan Pertama Nepal dengan Aplikasi Discord

1. Discord Jadi Discord

Setelah pengunduran diri Oli dan eksodus tokoh politik senior meninggalkan kekosongan kekuasaan di Nepal, para aktivis menggunakan platform aplikasi obrolan grup AS untuk merencanakan langkah selanjutnya, menurut NDTV.

NDTV melaporkan bahwa satu server dengan lebih dari 145.000 anggota menyelenggarakan debat tentang siapa yang bisa menjadi pemimpin sementara. Selama seminggu, beberapa jajak pendapat diadakan oleh perwakilan gerakan protes di platform media sosial Discord untuk mencalonkan calon pemimpin. Karki muncul sebagai favorit, dipuji secara luas atas integritasnya.

Mantan kepala hakim agung ini juga terkenal karena pendiriannya yang teguh dalam melawan korupsi.

"Parlemen Nepal saat ini adalah Discord," demikian kutipan dari New York Times, kreator konten berusia 23 tahun, Sid Ghimiri. Penyelenggara kanal tersebut adalah anggota organisasi sipil Hami Nepal, dengan para peserta di antara mereka yang ikut serta dalam protes, lapor media tersebut.

BacaJuga: Suami PM Nepal Pernah Terlibat dalam Pembajakan Pesawat 1973

2. Revolusi Discord

Melansir The Street, Discord sudah menjadi platform andalan bagi para pedagang dan investor kripto. Di sinilah tempatnya, tempat para pedagang berkumpul untuk bertukar sinyal, tempat peluncuran NFT dikoordinasikan, dan tempat DAO, organisasi otonom terdesentralisasi, menjalankan pemungutan suara tata kelola mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Apa Itu Playing Victim?...
Apa Itu Playing Victim? Dokter Ungkap Dampaknya pada Hubungan dan Kesehatan Mental
Studi Ungkap Gurita...
Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara
Krisis Global Jadi Topik...
Krisis Global Jadi Topik Hangat Simulasi Sidang PBB di Bangkok, Delegasi Indonesia Mendominasi
Rekomendasi
Perempuan Indonesia...
Perempuan Indonesia 27 Tahun Jadi Sopir Bus di Jepang: Bagaimana Ia Lolos Seleksi Ketat Tokyu Bus?
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
Mitra Fahrudin Kantongi...
Mitra Fahrudin Kantongi Dukungan dari BM PAN DIY
Berita Terkini
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved