Suami PM Nepal Pernah Terlibat dalam Pembajakan Pesawat 1973
Sabtu, 13 September 2025 - 15:56 WIB
loading...
Sushila Karki memiliki suami yang terlibat dalam pembajakan pesawat. Foto/X/@kathmandupost
A
A
A
KATHMANDU - Sushila Karki, mantan kepala hakim agung Nepal dan calon terdepan untuk jabatan perdana menteri sementara negara itu, telah menarik perhatian atas peran suaminya dalam pembajakan pesawat 52 tahun yang lalu. Sushila Karki menikah dengan Durga Prasad Subedi, mantan pemimpin pemuda Kongres Nepal, yang kabarnya ia temui saat kuliah di Universitas Hindu Banaras (BHU) di Varanasi.
Sushila Subedi dilaporkan terlibat dalam pembajakan pesawat pertama Nepal pada 10 Juni 1973. Di dalam pesawat tersebut terdapat aktris film Hindi Mala Sinha.
Sushila Subedi, yang saat itu merupakan pemimpin pemuda Kongres Nepal, memimpin tim beranggotakan tiga orang bersama Nagendra Dhungel dan Basanta Bhattarai.
Melansir NDTV, pperasi tersebut diduga didalangi oleh Girija Prasad Koirala, yang kemudian menjadi Perdana Menteri Nepal empat kali, untuk mengumpulkan dana bagi "perjuangan bersenjata" melawan monarki di bawah Raja Mahendra.
Sebuah laporan di edisi cetak The New York Times pada 11 Juni 1973, mengutip Kedutaan Besar Nepal, menyatakan bahwa tiga pria bersenjata membajak sebuah pesawat bermesin ganda Nepal, menyeberang ke India, dan melarikan diri ke hutan dengan sekitar USD400.000. Uang tersebut, yang merupakan milik bank negara Nepal, sedang diangkut dengan penerbangan rutin ke ibu kota Kathmandu.
"Para pria itu masuk sebagai penumpang, dan ketika pesawat lepas landas, mereka menunjukkan senjata kepada pilot dan mengatakan mereka ingin pergi ke Forbesganj," demikian laporan NYT mengutip seorang pejabat kedutaan. Tidak ada penumpang atau awak yang terluka dalam insiden tersebut.
Baca juga: 5 Hari Dilanda Rusuh, Kondisi Jam Malam Dicabut, Nepal Kembali Normal
"Uang itu dimaksudkan untuk mendukung perjuangan demokrasi yang digagas partainya melawan monarki absolut," ujar Dinesh Bhattarai, pensiunan duta besar Nepal untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, kepada Reuters pada tahun 2014.
Para pembajak memaksa pilot mendarat di Forbesganj, Bihar, tempat lima konspirator lainnya menunggu. Mantan Perdana Menteri Nepal Sushil Koirala termasuk di antara mereka yang menunggu uang tersebut, lapor Reuters, seraya menambahkan bahwa ia menghabiskan tiga tahun di penjara India atas perannya dalam pembajakan tersebut.
Kelompok tersebut dilaporkan mengambil tiga kotak berisi uang tunai dari pesawat, yang kemudian melanjutkan perjalanannya bersama penumpang yang tersisa. Dalam setahun, semua anggota kelompok tersebut, kecuali Dhungel, ditangkap oleh otoritas India.
Subedi dan yang lainnya menjalani hukuman dua tahun penjara, kemudian dibebaskan dengan jaminan, dan kembali ke Nepal tak lama sebelum referendum 1980.
Sushila Subedi dilaporkan terlibat dalam pembajakan pesawat pertama Nepal pada 10 Juni 1973. Di dalam pesawat tersebut terdapat aktris film Hindi Mala Sinha.
Sushila Subedi, yang saat itu merupakan pemimpin pemuda Kongres Nepal, memimpin tim beranggotakan tiga orang bersama Nagendra Dhungel dan Basanta Bhattarai.
Melansir NDTV, pperasi tersebut diduga didalangi oleh Girija Prasad Koirala, yang kemudian menjadi Perdana Menteri Nepal empat kali, untuk mengumpulkan dana bagi "perjuangan bersenjata" melawan monarki di bawah Raja Mahendra.
Sebuah laporan di edisi cetak The New York Times pada 11 Juni 1973, mengutip Kedutaan Besar Nepal, menyatakan bahwa tiga pria bersenjata membajak sebuah pesawat bermesin ganda Nepal, menyeberang ke India, dan melarikan diri ke hutan dengan sekitar USD400.000. Uang tersebut, yang merupakan milik bank negara Nepal, sedang diangkut dengan penerbangan rutin ke ibu kota Kathmandu.
"Para pria itu masuk sebagai penumpang, dan ketika pesawat lepas landas, mereka menunjukkan senjata kepada pilot dan mengatakan mereka ingin pergi ke Forbesganj," demikian laporan NYT mengutip seorang pejabat kedutaan. Tidak ada penumpang atau awak yang terluka dalam insiden tersebut.
Baca juga: 5 Hari Dilanda Rusuh, Kondisi Jam Malam Dicabut, Nepal Kembali Normal
"Uang itu dimaksudkan untuk mendukung perjuangan demokrasi yang digagas partainya melawan monarki absolut," ujar Dinesh Bhattarai, pensiunan duta besar Nepal untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, kepada Reuters pada tahun 2014.
Para pembajak memaksa pilot mendarat di Forbesganj, Bihar, tempat lima konspirator lainnya menunggu. Mantan Perdana Menteri Nepal Sushil Koirala termasuk di antara mereka yang menunggu uang tersebut, lapor Reuters, seraya menambahkan bahwa ia menghabiskan tiga tahun di penjara India atas perannya dalam pembajakan tersebut.
Kelompok tersebut dilaporkan mengambil tiga kotak berisi uang tunai dari pesawat, yang kemudian melanjutkan perjalanannya bersama penumpang yang tersisa. Dalam setahun, semua anggota kelompok tersebut, kecuali Dhungel, ditangkap oleh otoritas India.
Subedi dan yang lainnya menjalani hukuman dua tahun penjara, kemudian dibebaskan dengan jaminan, dan kembali ke Nepal tak lama sebelum referendum 1980.
(ahm)
Lihat Juga :