5 Dampak Serangan ke Qatar bagi Zionis, dari Perang Tanpa Akhir hingga Hamas Terus Bangkit
Sabtu, 13 September 2025 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Yordania, 1997 – Serangan gagal terhadap Khaled Meshaal
Agen Mossad mencoba membunuh pemimpin senior Hamas, Khaled Meshaal, di Amman dengan menyuntikkan racun. Upaya itu gagal setelah Raja Hussein dari Yordania memaksa Israel untuk menyediakan penawarnya, yang menyelamatkan nyawa Meshaal.
Dubai, 2010 – Mahmoud Al Mabhouh terbunuh
Komandan militer Hamas ditemukan tewas di sebuah hotel di Dubai. Komandan senior Hamas tersebut dibunuh di kamar hotelnya di Dubai pada 19 Januari.
Damaskus, 2004 – Tempat perlindungan Suriah
Salah satu pendiri Hamas, Abdel Aziz Al Rantisi, meskipun kemudian dibunuh di Gaza, sering beroperasi melalui Damaskus, tempat Israel sejak lama menuduh Hamas mendalangi serangan di bawah perlindungan Suriah.
Teheran, 2024 – Pemimpin Hamas terbunuh
Israel membunuh kepala politik Hamas, Ismail Haniyeh. Teheran mengutuk insiden tersebut sebagai "terorisme."
Lebanon/Malta, 1995 – Pesan melalui sekutu PIJ
Israel membunuh Fathi Shiqaqi, pemimpin Jihad Islam, di Malta. Meskipun bukan Hamas, hubungan dekatnya dengan kelompok tersebut menunjukkan kesediaan Israel untuk melenyapkan para pemimpin militan Palestina di luar negeri.
Namun Hamas telah merekrut pejuang baru selama perang, dan menurut perkiraan Israel, masih memimpin ribuan militan yang mampu melakukan serangan gerilya. Sekitar 50 tentara Israel telah tewas di Gaza sejak Maret, termasuk dalam bom pinggir jalan dan penyergapan.
Agen Mossad mencoba membunuh pemimpin senior Hamas, Khaled Meshaal, di Amman dengan menyuntikkan racun. Upaya itu gagal setelah Raja Hussein dari Yordania memaksa Israel untuk menyediakan penawarnya, yang menyelamatkan nyawa Meshaal.
Dubai, 2010 – Mahmoud Al Mabhouh terbunuh
Komandan militer Hamas ditemukan tewas di sebuah hotel di Dubai. Komandan senior Hamas tersebut dibunuh di kamar hotelnya di Dubai pada 19 Januari.
Damaskus, 2004 – Tempat perlindungan Suriah
Salah satu pendiri Hamas, Abdel Aziz Al Rantisi, meskipun kemudian dibunuh di Gaza, sering beroperasi melalui Damaskus, tempat Israel sejak lama menuduh Hamas mendalangi serangan di bawah perlindungan Suriah.
Teheran, 2024 – Pemimpin Hamas terbunuh
Israel membunuh kepala politik Hamas, Ismail Haniyeh. Teheran mengutuk insiden tersebut sebagai "terorisme."
Lebanon/Malta, 1995 – Pesan melalui sekutu PIJ
Israel membunuh Fathi Shiqaqi, pemimpin Jihad Islam, di Malta. Meskipun bukan Hamas, hubungan dekatnya dengan kelompok tersebut menunjukkan kesediaan Israel untuk melenyapkan para pemimpin militan Palestina di luar negeri.
3. Hamas Terus Merekrut Pejuang Baru
Melansir Gulf News, hampir seluruh pimpinan Hamas di Gaza dan ribuan pejuang telah terbunuh. Pemerintahannya telah runtuh, kepolisiannya sebagian besar telah lenyap, dan persenjataan roketnya menipis.Namun Hamas telah merekrut pejuang baru selama perang, dan menurut perkiraan Israel, masih memimpin ribuan militan yang mampu melakukan serangan gerilya. Sekitar 50 tentara Israel telah tewas di Gaza sejak Maret, termasuk dalam bom pinggir jalan dan penyergapan.
4. Mengukuhkan Israel sebagai Banga Tak Beradab
Israel kini menguasai tiga perempat wilayah Gaza, sebagian besar telah hancur menjadi puing-puing. Keluarga-keluarga lokal dan kelompok-kelompok bersenjata telah mengisi kekosongan pemerintahan. Layanan publik hampir tidak berfungsi, dengan PBB dan badan-badan bantuan memberikan sebagian besar bantuan. Puluhan ribu warga Palestina tewas, kelaparan melanda Kota Gaza, dan reputasi Israel telah merosot ke titik terendah. Bahkan negara-negara Arab yang menormalisasi hubungan Israel kini menggambarkannya sebagai ancaman regional.Lihat Juga :