5 Dampak Serangan ke Qatar bagi Zionis, dari Perang Tanpa Akhir hingga Hamas Terus Bangkit

Sabtu, 13 September 2025 - 16:30 WIB
loading...
A A A
Serangan terhadap Qatar hanya memperdalam persepsi tersebut, memicu kecaman di seluruh dunia Arab dan meningkatkan kekhawatiran bahwa hal itu akan menggagalkan upaya untuk mencapai gencatan senjata. Para pejabat AS dan Mesir memperingatkan bahwa penolakan Israel untuk berkompromi berisiko memperpanjang siklus kehancuran tanpa kemenangan yang jelas.

5. Hamas Memiliki Daya Tahan yang Luar Biasa

Ideologi dan sayap bersenjata Hamas tetap utuh. Sel-sel militan, yang beroperasi secara independen, terus melakukan perlawanan. Para sandera ditahan di bawah penjagaan ketat, dengan para pejuang diperintahkan untuk memasang jebakan di tempat persembunyian mereka. Para analis memperingatkan bahwa selama penduduk Gaza yang berjumlah 2 juta orang masih memandang Hamas sebagai pilihan untuk pemerintahan, alternatif-alternatif lain yang bersaing akan gagal mendapatkan dukungan.

"Hamas telah direndahkan sebagai otoritas," kata seorang warga Gaza. "Tapi itu belum berakhir. Hamas akan tetap ada selama pendudukan masih ada."

Bagi Netanyahu, serangan Qatar dimaksudkan untuk menunjukkan kekuatan. Sebaliknya, serangan itu mungkin telah menyoroti kebenaran yang tak terelakkan: Setelah dua tahun perang, upaya Israel untuk "kemenangan total" atas Hamas tetap sulit dipahami seperti sebelumnya.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Ikuti Indonesia, Inggris...
Ikuti Indonesia, Inggris Resmi Melarang Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Rekomendasi
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Trauma Kematian Anak,...
Trauma Kematian Anak, Tamara Tyasmara Tutup Hati untuk Pacar Baru: Sekarang Harus Selektif!
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Infografis
Waswas Perang Dunia...
Waswas Perang Dunia III, Ini Cara Bertahan dari Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved