Israel Serang Qatar, PM Al Thani: Akan Ada Respons Kolektif Negara-negara Teluk!
Kamis, 11 September 2025 - 08:38 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari Rabu, Netanyahu mengancam akan melakukan serangan lebih lanjut terhadap Qatar. "Saya katakan kepada Qatar dan semua negara yang melindungi teroris, usir mereka atau bawa mereka ke pengadilan. Karena jika tidak, kami yang akan melakukannya," kata Netanyahu.
Israel telah membunuh banyak pemimpin militer dan politik Hamas dalam dua tahun terakhir, seperti pemimpin politik terkemuka Yahya Sinwar; komandan militer Mohammed Deif, dan kepala politik Ismail Haniyeh, yang dibunuh di Ibu Kota Iran, Teheran.
Qatar mengecam komentar "ceroboh" Netanyahu terkait Qatar yang menerima kantor Hamas. "Netanyahu sepenuhnya menyadari bahwa penerimaan kantor Hamas terjadi dalam kerangka upaya mediasi Qatar yang diminta oleh Amerika Serikat dan Israel," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.
"Upaya memalukan di dalamnya untuk membenarkan serangan pengecut yang menargetkan wilayah Qatar, serta ancaman eksplisit akan pelanggaran kedaulatan negara di masa mendatang," imbuh kementerian tersebut.
Ancaman Netanyahu muncul meskipun Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mengatakan tidak akan ada serangan lebih lanjut di wilayah Qatar.
Serangan pada hari Selasa tersebut merupakan serangan pertama yang dilakukan Israel terhadap Qatar, yang telah menjadi mediator utama dalam perundingan gencatan senjata antara Israel dan Hamas dan menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat terbesar di kawasan itu, pangkalan udara Al Udeid, yang juga menampung pasukan AS.
"Saya tidak punya kata-kata untuk mengungkapkan betapa marahnya kami atas tindakan seperti itu ... kami dikhianati," imbuh PM Al Thani.
"Netanyahu perlu diadili. Dialah yang diburu Mahkamah Pidana Internasional. Dia melanggar semua hukum internasional," paparnya, merujuk pada surat perintah penangkapan terhadap PM Israel atas kejahatan perang di Gaza.
Israel telah membunuh banyak pemimpin militer dan politik Hamas dalam dua tahun terakhir, seperti pemimpin politik terkemuka Yahya Sinwar; komandan militer Mohammed Deif, dan kepala politik Ismail Haniyeh, yang dibunuh di Ibu Kota Iran, Teheran.
Qatar mengecam komentar "ceroboh" Netanyahu terkait Qatar yang menerima kantor Hamas. "Netanyahu sepenuhnya menyadari bahwa penerimaan kantor Hamas terjadi dalam kerangka upaya mediasi Qatar yang diminta oleh Amerika Serikat dan Israel," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.
"Upaya memalukan di dalamnya untuk membenarkan serangan pengecut yang menargetkan wilayah Qatar, serta ancaman eksplisit akan pelanggaran kedaulatan negara di masa mendatang," imbuh kementerian tersebut.
Ancaman Netanyahu muncul meskipun Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mengatakan tidak akan ada serangan lebih lanjut di wilayah Qatar.
Serangan pada hari Selasa tersebut merupakan serangan pertama yang dilakukan Israel terhadap Qatar, yang telah menjadi mediator utama dalam perundingan gencatan senjata antara Israel dan Hamas dan menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat terbesar di kawasan itu, pangkalan udara Al Udeid, yang juga menampung pasukan AS.
"Saya tidak punya kata-kata untuk mengungkapkan betapa marahnya kami atas tindakan seperti itu ... kami dikhianati," imbuh PM Al Thani.
"Netanyahu perlu diadili. Dialah yang diburu Mahkamah Pidana Internasional. Dia melanggar semua hukum internasional," paparnya, merujuk pada surat perintah penangkapan terhadap PM Israel atas kejahatan perang di Gaza.
(mas)
Lihat Juga :