Kebiasaan Flexing Keluarga Pejabat Nepal Picu Kemarahan Gen Z
Rabu, 10 September 2025 - 18:40 WIB
loading...
A
A
A
Nepal secara tradisional merupakan masyarakat yang sangat feodal, dengan sistem monarki yang masih berlaku hingga kurang dari dua dekade lalu, ungkap Dipesh Karki, asisten profesor di Sekolah Manajemen Universitas Kathmandu.
Sepanjang sejarah negara ini, "mereka yang berkuasa telah memegang kendali atas sumber daya dan kekayaan bangsa, yang mengakibatkan apa yang bisa kita sebut sebagai perebutan kekuasaan oleh elit", ujar Karki kepada Al Jazeera.
Awal pekan ini, sebuah video di TikTok menampilkan gambar Sayuj Parajuli, putra mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal Gopal Parajuli, berpose di samping mobil dan di restoran mewah. "Terbuka memamerkan mobil dan jam tangan mewah di media sosial. Bukankah kita sudah bosan dengan mereka?" tulis keterangan video tersebut.
Video lain menampilkan gambar serupa dari Saugat Thapa, putra Bindu Kumar Thapa, menteri hukum dan urusan parlemen di pemerintahan Oli.
Karki mengatakan kekayaan dan bisnis perkotaan, serta kesempatan pendidikan, sebagian besar terkonsentrasi di kalangan keluarga elit, terutama mereka yang memiliki koneksi politik.
Pendapatan tahunan per kapita Nepal, yang sekitar USD1.400, merupakan yang terendah di Asia Selatan. Tingkat kemiskinannya secara konsisten berada di atas 20 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Pengangguran di kalangan pemuda di negara ini telah menjadi tantangan besar, sementara persentase pemuda Nepal yang menganggur dan tidak melanjutkan pendidikan mencapai 32,6 persen pada tahun 2024, dibandingkan dengan 23,5 persen di negara tetangga India, menurut data Bank Dunia.
Sepanjang sejarah negara ini, "mereka yang berkuasa telah memegang kendali atas sumber daya dan kekayaan bangsa, yang mengakibatkan apa yang bisa kita sebut sebagai perebutan kekuasaan oleh elit", ujar Karki kepada Al Jazeera.
Awal pekan ini, sebuah video di TikTok menampilkan gambar Sayuj Parajuli, putra mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal Gopal Parajuli, berpose di samping mobil dan di restoran mewah. "Terbuka memamerkan mobil dan jam tangan mewah di media sosial. Bukankah kita sudah bosan dengan mereka?" tulis keterangan video tersebut.
Video lain menampilkan gambar serupa dari Saugat Thapa, putra Bindu Kumar Thapa, menteri hukum dan urusan parlemen di pemerintahan Oli.
Karki mengatakan kekayaan dan bisnis perkotaan, serta kesempatan pendidikan, sebagian besar terkonsentrasi di kalangan keluarga elit, terutama mereka yang memiliki koneksi politik.
Pendapatan tahunan per kapita Nepal, yang sekitar USD1.400, merupakan yang terendah di Asia Selatan. Tingkat kemiskinannya secara konsisten berada di atas 20 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Pengangguran di kalangan pemuda di negara ini telah menjadi tantangan besar, sementara persentase pemuda Nepal yang menganggur dan tidak melanjutkan pendidikan mencapai 32,6 persen pada tahun 2024, dibandingkan dengan 23,5 persen di negara tetangga India, menurut data Bank Dunia.
Lihat Juga :