Generasi Z Nepal Tuntut Pengunduran Diri Massal Pejabat Pemerintah

Rabu, 10 September 2025 - 15:01 WIB
loading...
A A A
"Kami merencanakan protes damai dengan acara budaya dan kemeriahan," kata Anil Baniya dari Hami Nepal [diterjemahkan sebagai Kami Nepal], salah satu penyelenggara, kepada Al Jazeera.

"Selama beberapa jam pertama, semuanya berjalan sesuai rencana, hingga beberapa kekuatan eksternal dan kader partai politik bergabung dalam protes dan menghasut angkatan bersenjata serta melempari batu."

Para penyelenggara belum menyebutkan pihak-pihak tertentu atau agen eksternal yang mereka tuduh sebagai pemicu kekerasan. Namun, ketika beberapa pengunjuk rasa mulai memanjat tembok kompleks parlemen untuk masuk, pasukan keamanan membalas tembakan, kata Baniya.

Beberapa pengunjuk rasa yang terkena tembakan adalah anak-anak sekolah yang masih mengenakan seragam – tidak jelas apakah mereka termasuk di antara 19 orang yang tewas.

Kantor Administrasi Distrik Kathmandu memberlakukan jam malam di wilayah kota tersebut, dan Nepal mengerahkan tentaranya. Pasukan bersenjata juga memasuki Rumah Sakit Layanan Sipil di dekat Parlemen untuk menangkap para pengunjuk rasa.

“Apa pun yang terjadi, pemerintah seharusnya tidak menggunakan peluru. Mereka membunuh anak muda,” tambah Baniya.

Hingga Senin malam, video-video juga muncul yang menunjukkan petugas polisi bersenjata melakukan operasi penggeledahan di rumah-rumah dekat area protes.

Di antara mereka yang tewas adalah Sulov Raj Shrestha, yang sedang kuliah teknik sipil di Kathmandu.

“Dia selalu tersenyum dan ramah,” kenang Sudhoj Jung Kunwar, seorang teman Shrestha, kepada Al Jazeera. “Saya baru tahu; dia mengikuti ujian GRE hari ini.”

Kathmandu Engineering College, tempat Shrestha kuliah, mengunggah postingan di Facebook: “Kami berduka, kami protes, kami mengutuk…… Sulov…..bangsamu telah mengecewakanmu…”

Analis politik Krishna Khanal menyalahkan “kelalaian belaka” pemerintah atas pembunuhan tersebut.

“Anak-anak muda seharusnya diperlakukan dengan baik; bahkan jika mereka melewati gedung parlemen, ada cara lain untuk mengendalikan mereka,” ujar Khanal kepada Al Jazeera.

Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia dan Amnesty International mengutuk pembunuhan tersebut dan menyerukan penyelidikan yang transparan atas peristiwa hari Senin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Booth Kopi Koperasi...
Booth Kopi Koperasi Merah Putih Karanganyar Bidik Pasar Gen Z
Kebakaran Hebat di Bar...
Kebakaran Hebat di Bar Bangkok Tewaskan 27 Orang!
Senator Amerika Serikat...
Senator Amerika Serikat Lindsey Graham Meninggal Dunia secara Mendadak
Rekomendasi
Hari Pertama Sekolah,...
Hari Pertama Sekolah, BPOM Pastikan Program MBG Tetap Diawasi
Kapolri dan Pejabat...
Kapolri dan Pejabat Utama Polri Sambangi Kejagung, Ada Apa?
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
Berita Terkini
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Infografis
10 Pejabat Badan Gizi...
10 Pejabat Badan Gizi Nasional dan Latar Belakangnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved