PM Nepal Mundur, Demonstran Bakar Gedung Parlemen dan Rumah Para Pejabat

Selasa, 09 September 2025 - 18:34 WIB
loading...
PM Nepal Mundur, Demonstran...
Demonstran membakar rumah pejabat di Nepal. Foto/ndtv
A A A
KATHMANDU - Para demonstran menerobos masuk ke gedung parlemen Nepal dan membakar gedung tersebut, menurut seorang pejabat. Pembakaran gedung parlemen itu terjadi setelah Perdana Menteri KP Sharma Oli mengundurkan diri menyusul tindakan keras mematikan terhadap demonstrasi antipemerintah.

"Ratusan orang telah menerobos area parlemen dan membakar gedung utama," ungkap Ekram Giri, juru bicara Sekretariat Parlemen.

Al Jazeera telah memverifikasi secara independen rekaman video yang dibagikan daring oleh media dan aktivis Nepal hari ini, yang menunjukkan demonstrasi besar-besaran di Kathmandu.

Rekaman video tersebut menunjukkan ratusan demonstran berjalan di jalan-jalan ibu kota, sementara media lokal mengindikasikan beberapa rumah pejabat telah diserbu, dan beberapa di antaranya dibakar.

Ramyata Limbu, jurnalis Nepal yang berbasis di Kathmandu, mengatakan, "Tampaknya tidak ada yang bertanggung jawab di jalan-jalan ibu kota, dengan sekelompok anak muda dan penonton merusak properti para menteri senior dan kantor partai.”

Limbu mengatakan kepada Al Jazeera bahwa situasi "telah memanas".

“Penduduk Nepal, terutama generasi muda, Gen Z, sangat kecewa dengan korupsi, kurangnya transparansi, kurangnya akuntabilitas, dan kurangnya tata kelola pemerintahan yang baik,” ujarnya.

“Jadi saya pikir semua ini terjadi dalam jangka waktu tertentu, dan ketika Gen Z memutuskan pada hari Senin untuk melakukan protes damai terhadap larangan media sosial, tetapi sekali lagi, korupsi… itu menjadi pemicu, dan itu benar-benar traumatis dan saya pikir satu tragedi,” tambahnya.

Anil Baniya dari Hami Nepal (We Nepal], salah satu penyelenggara protes kemarin, mengatakan mereka awalnya merencanakan “protes damai dengan acara budaya dan keceriaan”.

“Selama beberapa jam pertama, semuanya berjalan sesuai rencana, sampai beberapa kekuatan eksternal dan kader partai politik bergabung dalam protes dan menghasut angkatan bersenjata serta melempari batu,” ujar Baniya kepada Al Jazeera.

Ia mengatakan ketika beberapa pengunjuk rasa mulai memanjat tembok kompleks parlemen, pasukan keamanan melepaskan tembakan.

"Apa pun yang terjadi, pemerintah seharusnya tidak menggunakan peluru. Mereka membunuh anak muda," ujar Baniya, berjanji untuk melanjutkan protes mereka.

"Kita sekarang memiliki kewajiban yang lebih besar untuk memenuhi harapan teman-teman kita yang dibunuh oleh negara," tegas Baniya.

Dia menegaskan, "Kita perlu menggulingkan pemerintah ini, kita menuntut pengunduran diri massal, dan kita ingin mereka lengser. Ini negara kita."

Baca juga: PM Nepal Mundur Usai Demonstrasi Berdarah Tewaskan 19 Orang
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Presiden Ini Rela Potong...
Presiden Ini Rela Potong Gaji 50% usai Dituntut Lengser oleh Rakyat
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Belanda Hajar Swedia 5-1
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
Ditahan Curacao, Ekuador...
Ditahan Curacao, Ekuador Gagal Segel Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Infografis
4 Pejabat dan Tokoh...
4 Pejabat dan Tokoh Indonesia Alumni Harvard University
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved