Krisis Politik Thailand: Raja Ganja Bakal Jadi PM Baru, lalu DPR Dibubarkan
Jum'at, 05 September 2025 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Partai Pheu Thai, yang saat ini memimpin pemerintahan sementara, berupaya membubarkan Parlemen pada hari Selasa, tetapi pelaksana tugas perdana menteri mengatakan permintaan mereka ditolak oleh Dewan Penasihat Raja Thailand.
Partai tersebut mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka akan mencalonkan satu-satunya kandidat yang tersisa, mantan Jaksa Agung dan Menteri Kehakiman Chaikasem Nitisiri, untuk bersaing dalam pemungutan suara hari Jumat.
Chaikasem mengatakan jika dia terpilih, dia akan membubarkan Parlemen segera setelah dia menyampaikan pidato pelantikannya di Parlemen.
Anutin dari partai Bhumjaithai mengatakan dia telah mendapatkan 146 suara dari partainya sendiri dan sekutu-sekutunya, sementara Partai Rakyat mengatakan 143 anggota Parlemen-nya juga akan mendukungnya, dengan mudah melampaui mayoritas 247 yang dibutuhkannya dari 492 anggota DPR yang saat ini menjabat.
Anutin yang berusia 58 tahun pernah bertugas di pemerintahan koalisi pimpinan Pheu Thai yang berkuasa pada tahun 2023 hingga Juli, dan sebelumnya di pemerintahan yang didukung militer namun terpilih di bawah mantan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha.
Anutin terkenal karena keberhasilannya melobi dekriminalisasi ganja, sebuah kebijakan yang kini sedang dalam proses pengaturan yang lebih ketat untuk tujuan medis. Dia juga memainkan peran penting sebagai menteri kesehatan selama pandemi Covid-19, ketika dia dituduh terlambat mendapatkan pasokan vaksin yang memadai untuk melawan virus tersebut.
Jika Anutin berhasil, partainya telah berjanji untuk membubarkan Parlemen dalam waktu empat bulan dengan imbalan dukungan dari Partai Rakyat. Pemimpin partai tersebut, Natthaphong Ruengpanyawut, mengatakan partai tersebut akan tetap menjadi oposisi, sehingga pemerintahan baru berpotensi menjadi minoritas.
Partai tersebut mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka akan mencalonkan satu-satunya kandidat yang tersisa, mantan Jaksa Agung dan Menteri Kehakiman Chaikasem Nitisiri, untuk bersaing dalam pemungutan suara hari Jumat.
Chaikasem mengatakan jika dia terpilih, dia akan membubarkan Parlemen segera setelah dia menyampaikan pidato pelantikannya di Parlemen.
Anutin dari partai Bhumjaithai mengatakan dia telah mendapatkan 146 suara dari partainya sendiri dan sekutu-sekutunya, sementara Partai Rakyat mengatakan 143 anggota Parlemen-nya juga akan mendukungnya, dengan mudah melampaui mayoritas 247 yang dibutuhkannya dari 492 anggota DPR yang saat ini menjabat.
Anutin yang berusia 58 tahun pernah bertugas di pemerintahan koalisi pimpinan Pheu Thai yang berkuasa pada tahun 2023 hingga Juli, dan sebelumnya di pemerintahan yang didukung militer namun terpilih di bawah mantan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha.
Anutin terkenal karena keberhasilannya melobi dekriminalisasi ganja, sebuah kebijakan yang kini sedang dalam proses pengaturan yang lebih ketat untuk tujuan medis. Dia juga memainkan peran penting sebagai menteri kesehatan selama pandemi Covid-19, ketika dia dituduh terlambat mendapatkan pasokan vaksin yang memadai untuk melawan virus tersebut.
Jika Anutin berhasil, partainya telah berjanji untuk membubarkan Parlemen dalam waktu empat bulan dengan imbalan dukungan dari Partai Rakyat. Pemimpin partai tersebut, Natthaphong Ruengpanyawut, mengatakan partai tersebut akan tetap menjadi oposisi, sehingga pemerintahan baru berpotensi menjadi minoritas.
Lihat Juga :