Israel Tolak Kunjungan Macron Gara-gara Prancis Hendak Akui Negara Palestina

Jum'at, 05 September 2025 - 08:07 WIB
loading...
Israel Tolak Kunjungan...
PM Benjamin Netanyahu tolak permintaan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mengunjungi Israel karena keputusan Paris yang hendak akui Negara Palestina. Foto/GPO/Handout/Anadolu Agency
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah menolak permintaan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mengunjungi Israel. Penolakan ini dipicu oleh keputusan negara Eropa tersebut yang akan mengakui Negara Palestina dalam Sidang Umum PBB bulan ini di New York.

Netanyahu bersikeras bahwa Macron harus terlebih dahulu menarik niatnya untuk mengakui Negara Palestina jika ingin mengunjungi Israel.

Menurut saluran berbahasa Ibrani; Kan, Netanyahu menyampaikan pesan yang jelas kepada Macron: "Tarik keputusan Anda untuk mengakui Negara Palestina—baru Anda boleh datang."

Baca Juga: Membangkang terhadap AS, Prancis Akan Nekat Akui Negara Palestina

Namun, Presiden Prancis menolak untuk mundur dari keputusannya. Seorang pejabat Israel, yang dikutip Kan, Jumat (5/9/2025), mengatakan: "Kami tidak akan membiarkannya bermain di kedua sisi."

Mantan anggota Parlemen Prancis Meyer Habib mengatakan kepada stasiun televisi Israel bahwa Macron telah mengirim pesan kepada Netanyahu yang menyatakan keinginannya untuk berkunjung, tetapi tanggapannya negatif.

"Dalam situasi saat ini, ini bukan waktu yang tepat," ujarnya.

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua belah pihak. Bulan lalu, Netanyahu mengirim surat ketus kepada Macron, menuduhnya mengobarkan antisemitisme di Prancis dan memberi imbalan kepada Hamas dengan mengadvokasi pembentukan Negara Palestina.

Netanyahu juga mengeklaim bahwa pernyataan Macron telah mendorong peningkatan serangan terhadap orang Yahudi di Eropa.

Pada pekan terakhir Juli lalu, Macron mengumumkan bahwa Prancis akan mengakui Palestina sebagai negara. Keputusannya ini menjadi pembangkangan Prancis terhadap Amerika Serikat (AS) yang telah memperingatkan sekutu Barat-nya untuk tidak mengakui Negara Palestina.

Macron mengatakan keputusan Prancis merupakan upaya untuk mewujudkan apa yang disebutnya sebagai "komitmen bersejarah untuk perdamaian yang adil dan abadi" di Timur Tengah.

Dalam pernyataan mengejutkan, Macron mengatakan bahwa dia akan membuat pengumuman resmi terkait hal tersebut di Sidang Umum PBB pada bulan September di New York.

"Kebutuhan mendesak saat ini adalah mengakhiri perang di Gaza dan menyelamatkan penduduk sipil," katanya saat itu.

Meskipun sebagian besar negara di dunia mengakui Palestina sebagai sebuah negara, AS dan banyak sekutu dekatnya tidak mengakuinya. Dengan keputusan Presiden Macron, Prancis akan menjadi negara besar pertama di G7—yang terdiri dari AS, Inggris, Kanada, Jerman, Jepang, dan Italia—yang secara resmi mengakui Negara Palestina.

Langkah Prancis ini diambil di tengah upaya pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri permusuhan antara Israel dan Hamas.

Perang di Gaza, yang dimulai sejak 7 Oktober 2023 belum berakhir hingga sekarang. Israel menolak untuk mengakhiri perang sampai Hamas melepaskan kekuasaan dan melucuti senjata, sebuah syarat yang ditolak oleh kelompok perlawanan Palestina tersebut.

Perang dimulai pada 7 Oktober 2023 setelah serangan Hamas ke Israel selatan yang menewaskan 1.200 orang. Sejak itu, lebih dari 60.000 warga Palestina telah tewas, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belgia Dipaksa Bermain Imbang Lawan Iran
Berita Terkini
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Infografis
Akankah Pengakuan Negara...
Akankah Pengakuan Negara Palestina Hentikan Perang Gaza?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved