Hamas Kecam Laporan Rencana AS Evakuasi Warga Palestina: Gaza Tidak untuk Dijual

Selasa, 02 September 2025 - 19:15 WIB
loading...
Hamas Kecam Laporan...
Bassem Naim, anggota biro politik Hamas. Foto/Wardah Wilkinson
A A A
JALUR GAZA - Para pejabat Hamas dengan tegas menolak laporan mengenai rencana yang didukung Amerika Serikat (AS) untuk menguasai Jalur Gaza, mengevakuasi penduduknya, dan mengubah wilayah tersebut menjadi zona ekonomi dan wisata. Rencana itu muncul seiring serangan Israel yang semakin gencar di Gaza.

Bassem Naim, anggota biro politik Hamas, mengatakan kepada AFP bahwa rencana yang dilaporkan tersebut tidak dapat diterima.

Dia menyapa pemerintah AS dengan pepatah Palestina yang tajam, "Rendam dan minum airnya." Ia menambahkan dengan tegas, "Gaza tidak untuk dijual."

Naim menekankan, “Gaza bukan sekadar kota di peta atau geografi yang terlupakan, tetapi merupakan bagian integral dari tanah air Palestina yang lebih luas."

Dia menggarisbawahi, "Penolakan mutlak Hamas dan rakyat kami terhadap rencana ini."

Menurut The Washington Post, dokumen setebal 38 halaman tersebut menyerukan relokasi penduduk ke luar Gaza—atau membatasi mereka di zona-zona terlarang di dalam Jalur Gaza—sementara menempatkan wilayah tersebut di bawah pengawasan AS selama sepuluh tahun untuk mengembangkannya menjadi pusat wisata dan teknologi.

Seorang pejabat Hamas lainnya, yang berbicara dengan syarat anonim, juga menolak usulan tersebut.

"Hamas menolak semua rencana yang menggusur rakyat kami sembari memperkuat posisi penjajah di tanah kami. Ini adalah rencana yang sia-sia dan tidak adil," papar dia.

Ia menambahkan Hamas belum menerima komunikasi resmi mengenai hal ini, dan baru mengetahui gagasan tersebut melalui laporan media.

Menurut The Post, rencana tersebut terkait dengan visi mantan Presiden AS Donald Trump untuk mengubah Gaza menjadi "Riviera Timur Tengah."

Selama fase rekonstruksi yang diusulkan, Jalur Gaza akan dikelola satu dana bernama Gaza Reconstruction, Economic Recovery, and Transformation Trust (GREAT Trust).

Departemen Luar Negeri AS menolak berkomentar ketika dihubungi AFP.

Baca juga: Dari Genosida hingga Gentrifikasi: Rencana Trump Hapus Populasi Gaza Terungkap
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Tragedi Maut! 8 Biksu...
Tragedi Maut! 8 Biksu Tewas Ditabrak Truk yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun
Rekomendasi
PLN EPI Dorong Bioenergi...
PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Motor Diversifikasi Energi Nasional
Inflasi Jakarta Terjaga...
Inflasi Jakarta Terjaga pada Level 0,41%, Terendah di Pulau Jawa
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Untuk Membangun Kembali...
Untuk Membangun Kembali Kota Gaza, Palestina Butuh Rp868 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved