Dari Genosida hingga Gentrifikasi: Rencana Trump Hapus Populasi Gaza Terungkap
Selasa, 02 September 2025 - 16:10 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Trump secara eksplisit menggambarkan Gaza sebagai lokasi utama pembangunan kembali setelah penduduknya diusir.
Ia menyebut Gaza sebagai "lokasi pembongkaran besar-besaran" dengan potensi yang belum dimanfaatkan.
"Gaza harus dibangun kembali dengan cara yang berbeda," ujar Trump, mempromosikan visi Riviera Timur Tengah.
Pemerintahannya telah mendorong gagasan warga Palestina akan "hidup indah" di tempat lain, sehingga mengabaikan hak mereka untuk kembali.
Dokumen GREAT Trust tidak menyebutkan status kenegaraan Palestina atau penentuan nasib sendiri.
Sebaliknya, dokumen tersebut menguraikan perwalian jangka panjang di mana AS dan sekutunya, termasuk perusahaan keamanan swasta, mempertahankan tata kelola dan kendali keamanan, sementara pemerintahan Palestina yang telah direformasi siap bergabung dengan Perjanjian Abraham.
Yang terpenting, Israel akan mempertahankan dominasi keamanan setidaknya selama tahun pertama, sementara kepemilikan tanah akan dikonversi menjadi token digital yang dapat ditukar dengan perumahan di kota pintar bertenaga AI, atau diuangkan untuk pemukiman kembali di luar negeri.
Para ahli hukum mengecam rencana tersebut sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional.
Ia menyebut Gaza sebagai "lokasi pembongkaran besar-besaran" dengan potensi yang belum dimanfaatkan.
"Gaza harus dibangun kembali dengan cara yang berbeda," ujar Trump, mempromosikan visi Riviera Timur Tengah.
Pemerintahannya telah mendorong gagasan warga Palestina akan "hidup indah" di tempat lain, sehingga mengabaikan hak mereka untuk kembali.
Dokumen GREAT Trust tidak menyebutkan status kenegaraan Palestina atau penentuan nasib sendiri.
Sebaliknya, dokumen tersebut menguraikan perwalian jangka panjang di mana AS dan sekutunya, termasuk perusahaan keamanan swasta, mempertahankan tata kelola dan kendali keamanan, sementara pemerintahan Palestina yang telah direformasi siap bergabung dengan Perjanjian Abraham.
Yang terpenting, Israel akan mempertahankan dominasi keamanan setidaknya selama tahun pertama, sementara kepemilikan tanah akan dikonversi menjadi token digital yang dapat ditukar dengan perumahan di kota pintar bertenaga AI, atau diuangkan untuk pemukiman kembali di luar negeri.
Para ahli hukum mengecam rencana tersebut sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional.
Lihat Juga :