Pemimpin Korut Kim Jong-un Menyeberang ke China dengan Kereta Kuno yang Terkenal
Selasa, 02 September 2025 - 12:50 WIB
loading...
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un melakukan perjalanan langka ke China dengan kereta lapis baja kuno. Foto/via Yonhap
A
A
A
PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un pada Selasa (2/9/2025) melakukan perjalanan langka ke China melalui jalur darat. Dia menaiki kereta api lapis baja kuno yang terkenal di negara tersebut.
Kim Jong-un merupakan bagian dari para pemimpin dunia yang diundang untuk menghadiri parade militer besar-besaran China pada Rabu besok.
Kereta kuno ini telah menjadi simbol dinasti Kim dan negaranya yang terisolasi. Kereta ini juga telah lama menjadi subjek intrik, membawa generasi demi generasi keluarga Kim melintasi negeri dan dalam perjalanan internasional yang langka.
Baca Juga: Putin dan Kim Jong-un Akan Hadiri Parade Militer China, Bentuk Perlawanan terhadap Barat
Media pemerintah Korea Utara, Rodong Sinmun, mengonfirmasi pada Selasa pagi bahwa kereta Kim Jong-un telah melintasi perbatasan menuju China. Foto-foto yang diterbitkan menunjukkan pemimpin Korut tersebut sedang tersenyum di dalam kereta, duduk di meja kayu dengan bendera Korea Utara di belakangnya.
Kim Jong-un didampingi oleh para pejabat senior, termasuk Menteri Luar Negeri Choe Son Hui, menurut Kementerian Luar Negeri Korea Utara.
Menurut laporan Reuters, ayah yang juga pendahulu Kim Jong-un, Kim Jong-il, dilaporkan enggan naik pesawat dan sangat bergantung pada kereta kuno tersebut.
Dalam satu contoh di tahun 2002, media pemerintah Rusia menunjukkan gambar kereta tersebut—berwarna hijau dengan garis-garis kuning—ketika Kim Jong-il mengunjungi Rusia selama periode singkat pelonggaran sanksi yang memungkinkan keterlibatan yang lebih besar dengan dunia luar.
Ayah dan kakek Kim Jong-un pernah menyelenggarakan makan malam mewah di luar negeri. Sebuah laporan yang diterbitkan pada tahun 2002 oleh pejabat Rusia, Konstantin Pulikovsky, mengeklaim bahwa kereta tersebut membawa peti-peti anggur Bordeaux dan Beaujolais dari Paris, dan bahwa para penumpang menikmati lobster hidup dan barbekyu babi.
Namun, periode singkat keterbukaan dan kemewahan itu berakhir dengan cepat, dengan sanksi internasional yang kembali diberlakukan pada tahun 2003. Meskipun sangat sedikit informasi dari negara yang terisolasi itu yang sampai ke dunia luar sekarang, laporan menunjukkan kemiskinan dan kekurangan gizi yang parah di sebagian besar wilayah negara tersebut.
Kereta kuno itu juga terkenal lambat dan keamanannya ketat. Kereta lapis baja tersebut sangat tebal sehingga hanya dapat melaju dengan kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam, menurut laporan surat kabar Korea Selatan; Chosun Ilbo, pada 2009.
Kendaraan ini berisi ruang konferensi, ruang pertemuan, dan kamar tidur, serta dilengkapi koneksi telepon satelit dan televisi layar datar, imbuh laporan surat kabar tersebut saat itu. Pada masa Kim Jong-il, sekitar 20 stasiun dibangun untuk kereta keluarga ini.
Kim Jong-un telah menggunakan kereta ini dalam beberapa perjalanan ke luar negeri, meskipun sebelumnya dia juga pernah bepergian dengan pesawat dan jet pribadi.
Kim Jong-un naik kereta ini dalam kunjungan internasional sebelumnya—sebuah perjalanan ke Timur Jauh, Rusia, pada tahun 2023 untuk bertemu dengan mitranya, Presiden Vladimir Putin. Foto-foto yang dirilis oleh media pemerintah saat itu memberikan gambaran sekilas tentang lokomotif tersebut, memperlihatkan lantai kayu yang dipoles dan pintu putih yang dihias dengan indah.
Rekaman media pemerintah yang dirilis pada tahun 2022 menunjukkan Kim Jong-un sedang bekerja di kantornya di dalam kereta, dan juga bersantai di dalam kereta sambil merokok dengan kemeja lengan pendek, menurut kantor berita Korea Selatan, Yonhap.
Juga, selama perjalanan tahun 2018 ketika Kim Jong-un bertemu dengan Presiden China Xi Jinping, rekaman oleh media pemerintah Korea Utara menunjukkan para pejabat China naik ke kereta untuk menyambut Kim. Para delegasi berbincang di dalam kereta, duduk di dua baris sofa merah muda, seperti yang terlihat dalam foto-foto yang dirilis.
Selain perjalanan internasional, kereta api kuno ini juga ditampilkan dalam propaganda negara, dengan keluarga Kim melakukan perjalanan kereta api yang panjang untuk bertemu warga Korea Utara biasa.
Kim Jong-un merupakan bagian dari para pemimpin dunia yang diundang untuk menghadiri parade militer besar-besaran China pada Rabu besok.
Kereta kuno ini telah menjadi simbol dinasti Kim dan negaranya yang terisolasi. Kereta ini juga telah lama menjadi subjek intrik, membawa generasi demi generasi keluarga Kim melintasi negeri dan dalam perjalanan internasional yang langka.
Baca Juga: Putin dan Kim Jong-un Akan Hadiri Parade Militer China, Bentuk Perlawanan terhadap Barat
Media pemerintah Korea Utara, Rodong Sinmun, mengonfirmasi pada Selasa pagi bahwa kereta Kim Jong-un telah melintasi perbatasan menuju China. Foto-foto yang diterbitkan menunjukkan pemimpin Korut tersebut sedang tersenyum di dalam kereta, duduk di meja kayu dengan bendera Korea Utara di belakangnya.
Kim Jong-un didampingi oleh para pejabat senior, termasuk Menteri Luar Negeri Choe Son Hui, menurut Kementerian Luar Negeri Korea Utara.
Menurut laporan Reuters, ayah yang juga pendahulu Kim Jong-un, Kim Jong-il, dilaporkan enggan naik pesawat dan sangat bergantung pada kereta kuno tersebut.
Dalam satu contoh di tahun 2002, media pemerintah Rusia menunjukkan gambar kereta tersebut—berwarna hijau dengan garis-garis kuning—ketika Kim Jong-il mengunjungi Rusia selama periode singkat pelonggaran sanksi yang memungkinkan keterlibatan yang lebih besar dengan dunia luar.
Ayah dan kakek Kim Jong-un pernah menyelenggarakan makan malam mewah di luar negeri. Sebuah laporan yang diterbitkan pada tahun 2002 oleh pejabat Rusia, Konstantin Pulikovsky, mengeklaim bahwa kereta tersebut membawa peti-peti anggur Bordeaux dan Beaujolais dari Paris, dan bahwa para penumpang menikmati lobster hidup dan barbekyu babi.
Namun, periode singkat keterbukaan dan kemewahan itu berakhir dengan cepat, dengan sanksi internasional yang kembali diberlakukan pada tahun 2003. Meskipun sangat sedikit informasi dari negara yang terisolasi itu yang sampai ke dunia luar sekarang, laporan menunjukkan kemiskinan dan kekurangan gizi yang parah di sebagian besar wilayah negara tersebut.
Kereta kuno itu juga terkenal lambat dan keamanannya ketat. Kereta lapis baja tersebut sangat tebal sehingga hanya dapat melaju dengan kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam, menurut laporan surat kabar Korea Selatan; Chosun Ilbo, pada 2009.
Kendaraan ini berisi ruang konferensi, ruang pertemuan, dan kamar tidur, serta dilengkapi koneksi telepon satelit dan televisi layar datar, imbuh laporan surat kabar tersebut saat itu. Pada masa Kim Jong-il, sekitar 20 stasiun dibangun untuk kereta keluarga ini.
Kim Jong-un telah menggunakan kereta ini dalam beberapa perjalanan ke luar negeri, meskipun sebelumnya dia juga pernah bepergian dengan pesawat dan jet pribadi.
Kim Jong-un naik kereta ini dalam kunjungan internasional sebelumnya—sebuah perjalanan ke Timur Jauh, Rusia, pada tahun 2023 untuk bertemu dengan mitranya, Presiden Vladimir Putin. Foto-foto yang dirilis oleh media pemerintah saat itu memberikan gambaran sekilas tentang lokomotif tersebut, memperlihatkan lantai kayu yang dipoles dan pintu putih yang dihias dengan indah.
Rekaman media pemerintah yang dirilis pada tahun 2022 menunjukkan Kim Jong-un sedang bekerja di kantornya di dalam kereta, dan juga bersantai di dalam kereta sambil merokok dengan kemeja lengan pendek, menurut kantor berita Korea Selatan, Yonhap.
Juga, selama perjalanan tahun 2018 ketika Kim Jong-un bertemu dengan Presiden China Xi Jinping, rekaman oleh media pemerintah Korea Utara menunjukkan para pejabat China naik ke kereta untuk menyambut Kim. Para delegasi berbincang di dalam kereta, duduk di dua baris sofa merah muda, seperti yang terlihat dalam foto-foto yang dirilis.
Selain perjalanan internasional, kereta api kuno ini juga ditampilkan dalam propaganda negara, dengan keluarga Kim melakukan perjalanan kereta api yang panjang untuk bertemu warga Korea Utara biasa.
(mas)
Lihat Juga :