Siapa George Soros? Miliarder Yahudi yang Dituding Jadi Dalang Krisis dan Kerusuhan di Dunia

Senin, 01 September 2025 - 16:30 WIB
loading...
A A A
Pada saat itu, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengecam "para pencari keuntungan yang tidak bermoral" dan menyerukan pelarangan perdagangan mata uang yang "tidak bermoral".

Tuan Soros khususnya menuai kemarahannya, tetapi investor lain telah membuat taruhan yang lebih besar terhadap mata uang Thailand daripada yang dilakukan perusahaannya.

4. Menjalankan Propaganda Berbalut Kegiatan Filantropi

Manajer dana lindung nilai tersebut mulai melepaskan kendali sehari-hari perusahaannya selama tahun 1980-an dan 1990-an, dan semakin memperhatikan kegiatan filantropi.

Sejak mulai menawarkan beasiswa kepada mahasiswa kulit hitam selama era apartheid di Afrika Selatan, ia telah menghabiskan miliaran dolar untuk mendukung proyek-proyek pasar bebas progresif di seluruh dunia.

Yayasannya kini menjadi organisasi filantropi terbesar kedua di AS - setelah pendiri Microsoft, Bill Gates.

Ia berfokus pada pembukaan pertukaran budaya dengan Eropa Timur selama runtuhnya komunisme, sebelum memperluas investasi ke wilayah lain di seluruh dunia.

Open Society Foundations (OSF) milik Soros kini memiliki program di lebih dari 100 negara di seluruh dunia, dan 37 kantor regional.

Organisasi tersebut menyatakan bahwa fokusnya adalah membangun "demokrasi yang dinamis dan toleran yang pemerintahannya akuntabel dan terbuka terhadap partisipasi semua orang".

5. Menyumbangkan Sebagian Hartanya

Pada tahun 2017, ketika ia menduduki peringkat ke-29 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, terungkap bahwa ia telah mentransfer USD18 miliar (£13,5 miliar) atau sekitar 80% dari kekayaan pribadinya ke organisasi tersebut.

Menurut situs webnya, tujuannya adalah menggunakan kemandirian finansialnya untuk melawan beberapa "masalah paling pelik" di dunia.

OSF terus mendukung sejumlah inisiatif hak asasi manusia di seluruh dunia, termasuk kampanye yang mendukung hak-hak LGBT dan Roma.

6. Sangat Vokal tentang Ekonomi dan Politik Global

Soros tetap sangat vokal tentang ekonomi dunia dan politik global. Hal ini menuai kecaman dari para politisi nasionalis abad ke-21, yang menggambarkannya sebagai semacam momok sayap kiri.

Di Eropa, ia secara terbuka mengkritik penanganan krisis utang euro, sementara di puncak krisis pengungsi di kawasan itu, ia menjanjikan dukungan yang besar bagi kelompok-kelompok bantuan yang mendukung para migran.

Kebijakan ini khususnya telah menempatkannya pada jalur yang berbenturan dengan Perdana Menteri Viktor Orban di negara asalnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Meksiko vs Korea Selatan...
Meksiko vs Korea Selatan Buntu di Babak Pertama
Jonathan David Hattrick,...
Jonathan David Hattrick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026
Babak Baru Ijazah Jokowi,...
Babak Baru Ijazah Jokowi, Kala Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Segera Disidang?
Berita Terkini
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved