Viral, Wanita China Pasang Spanduk Perselingkuhan Sang Suami dan Sahabat selama 5 Tahun

Senin, 01 September 2025 - 09:40 WIB
loading...
Viral, Wanita China...
Seorang istri di China pajang spanduk merah di pagar kompleks perumahan yang mengungkap perselingkuhan sang suami dan sahabatnya selama lima tahun. Foto/Douyin via South China Morning Post
A A A
BEIJING - Seorang istri di China memajang beberapa spanduk merah di pagar sebuah kompleks perumahan di Changsha, Provinsi Hunan. Spanduk-spanduk dengan nada sarkastis itu mengungkapkan rasa "terima kasih" kepada sahabatnya karena telah berselingkuh dengan suaminya selama lima tahun.

Di samping spanduk-spanduk tersebut, terdapat satu spanduk yang menunjukkan bahwa sahabatnya, yang bermarga Shi, bekerja di departemen keuangan sebuah kantor manajemen pariwisata di komunitas Hongshan.

Cara istri tersebut mengekspresikan kekecewaan dengan sindiran "terima kasih" melalui spanduk-spanduk tersebut telah viral di media sosial.

Baca Juga: Perempuan 19 Tahun Ini Lahirkan Anak Ke-5, Dokter Tegur Suaminya: Kamu Tak Kasihan Padanya?

Salah satu spanduk yang dipajang bertuliskan: "Shi melanggar ketertiban umum dan moral yang baik, berselingkuh dengan suami sahabatnya."

Masih belum jelas apakah kompleks perumahan tersebut merupakan lingkungan tempat tinggal wanita yang diduga sebagai selingkuhan sang suami.

Selain itu, spanduk-spanduk merah ditemukan di sebuah mobil di dalam kompleks tersebut. Sekali lagi, tidak pasti apakah kendaraan itu milik terduga wanita simpanan.

Salah satunya bertuliskan: "Shi telah menjadi sahabat saya selama 12 tahun dan telah memberikan layanan seksual kepada suami saya selama lima tahun."

Ada juga yang bertuliskan: "Shi pergi ke hotel bersama suami sahabatnya selama jam kerja."

Seorang staf dari kantor manajemen pariwisata di komunitas Hongshan memberi tahu media China, The Paper, bahwa mereka mempekerjakan seseorang bernama Shi, dan penyelidikan atas masalah ini sedang berlangsung.

Spanduk-spanduk ekspresi kemarahan atas perselingkuhan tersebut dicopot tak lama kemudian.

Menurut laporan South China Morning Post, Senin (1/9/2025), identitas si istri dan suaminya belum diungkapkan.

Pengacara Zhao Liangshan dari Firma Hukum Shaanxi Hengda mencatat bahwa spanduk-spanduk tersebut berpotensi melanggar hak privasi, reputasi, dan kepribadian Shi, terutama jika berisi fakta palsu atau konten yang mencemarkan nama baik.

Lebih lanjut, jika tindakan memasang spanduk tersebut menarik banyak orang dan menghalangi area publik, hal tersebut dapat melanggar Undang-Undang Sanksi Administrasi Keamanan Publik, yang dapat memberikan peringatan atau denda hingga 200 yuan (USD28).

Dalam kasus yang parah, individu yang memasang spanduk tersebut dapat menghadapi hukuman penjara hingga 19 hari dan denda hingga 500 yuan (USD70).

Pada tahun 2023, seorang pria China ditahan selama 10 hari karena memasang spanduk yang menghina mantan pacarnya, mengejeknya karena telah berselingkuh dengan pria lain.

Pengacara tersebut menyarankan agar individu yang hak-haknya dilanggar mencari penyelesaian melalui jalur hukum.

Aksi istri yang memajang spanduk-spanduk skandal perselingkuhan di tempat umum itu telah memicu reaksi para pengguna internet China.

"Itu ilegal, tetapi saya mendukung balas dendam sang istri," bunyi komentar seorang pengguna media sosial.

"Sahabat karib adalah seorang pegawai negeri; dia pasti menghadapi konsekuensi serius dari tempat kerjanya," tulis pengguna internet lainnya.

Ada juga yang berkomentar: "Bagaimana sang istri menghina sahabat karibnya? Dia hanya mengungkapkan rasa terima kasih."

Sekadar diketahui, di China, panji-panji merah secara tradisional dikirimkan sebagai tanda terima kasih yang tulus kepada mereka yang telah membantu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Trump Murka Harga BBM...
Trump Murka Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Perintahkan Penyelidikan
Rekomendasi
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Komnas Perempuan Klarifikasi...
Komnas Perempuan Klarifikasi Kedatangan Sarwendah, Ternyata Belum Buat Aduan Resmi
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Berita Terkini
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved