Turuti Maunya Trump, AS Serius Akan Ganti Departemen Pertahanan Jadi Departemen Perang

Senin, 01 September 2025 - 08:37 WIB
loading...
Turuti Maunya Trump,...
AS serius ingin ganti Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang seperti keinginan Presiden Donald Trump. Foto/Gedung Putih
A A A
WASHINGTON - Gedung Putih sedang memajukan rencana untuk mengganti nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang guna menuruti keinginan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Gerak cepat Gedung Putih atas rencana itu diungkap seorang pejabatnya kepada Wall Street Journal (WSJ).

Gagasan Trump ini sebenarnya bukan ide baru karena dulunya nama Departemen Pertahanan adalah Departemen Perang. Upaya untuk mengembalikan nama departemen terbesar pemerintah AS ini akan membutuhkan tindakan Kongres, tetapi Gedung Putih sedang menjajaki metode alternatif untuk menerapkan perubahan tersebut.

Anggota Parlemen dari Partai Republik, Greg Steube, asal Florida, mengajukan amandemen terhadap rancangan undang-undang kebijakan pertahanan tahunan yang akan mengubah nama departemen tersebut—yang menunjukkan adanya dukungan Partai Republik di Kongres untuk perubahan tersebut.

Baca Juga: Bos Pentagon Tawarkan Pilihan antara Departemen Perang dan Pertahanan

Gedung Putih tidak memberikan detail, tetapi menggarisbawahi komentar Trump pekan lalu yang menekankan kemampuan ofensif militer AS.

“Seperti yang dikatakan Presiden Trump, militer kita harus fokus pada serangan—bukan hanya pertahanan—itulah sebabnya dia memprioritaskan para prajurit di Pentagon, alih-alih DEI dan ideologi woke. Pantau terus!” kata juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menggunakan inisial DEI untuk merujuk pada program-program yang bertujuan meningkatkan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, seperti dikutip Reuters, Senin (1/9/2025).

Trump mengemukakan gagasan untuk mengubah nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang saat berbicara dengan para wartawan di Oval Office pada Senin pekan lalu, dengan mengatakan, "Terdengar lebih baik bagi saya."

"Dulu disebut Departemen Perang dan kedengarannya lebih kuat," kata Trump.

"Kita menginginkan pertahanan, tetapi kita juga menginginkan serangan...Sebagai Departemen Perang, kita memenangkan segalanya, kita memenangkan segalanya dan saya pikir kita harus kembali ke sana," imbuh Trump.

Departemen Perang diubah menjadi Departemen Pertahanan melalui proses bertahap, dimulai dengan Undang-Undang Keamanan Nasional tahun 1947, yang menyatukan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara di bawah satu organisasi yang disebut Badan Militer Nasional.

Amandemen undang-undang yang disahkan pada tahun 1949 secara resmi memperkenalkan nama Departemen Pertahanan, yang menetapkan struktur yang berlaku saat ini.

Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth telah berupaya mempromosikan citra militer yang lebih agresif sambil melakukan serangkaian perubahan lain, termasuk menyingkirkan para pemimpin militer tinggi yang pandangannya dianggap bertentangan dengan Trump.

Pemerintahan Trump juga berupaya melarang individu transgender bergabung dengan militer AS dan memberhentikan semua yang saat ini bertugas. Pentagon mengatakan bahwa orang transgender tidak layak secara medis, sesuatu yang menurut aktivis hak-hak sipil tidak benar dan merupakan diskriminasi ilegal.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Keji! Israel Bunuh Kiper...
Keji! Israel Bunuh Kiper Tim Sepak Bola Palestina
Rekomendasi
Siapkan Generasi Unggul,...
Siapkan Generasi Unggul, Yayasan Pendidikan Islam RUS Kudus Hadirkan SMP Internasional
Pilot Pesawat AMA PK-RCY...
Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
Para Legenda Bola Kecam...
Para Legenda Bola Kecam Penalti Belgia di Piala Dunia 2026: Senegal Dirampok Wasit
Berita Terkini
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved