3 Alasan Rusia Bantu Taliban, Salah Satunya Diabaikan Barat

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 16:30 WIB
loading...
3 Alasan Rusia Bantu...
Rusia akan membantu Taliban. Foto/X/@WDIAfghanistan
A A A
MOSKOW - Rusia siap membantu pemerintah Taliban di Afghanistan, khususnya dalam memerangi terorisme dan produksi narkotika di tengah upaya Barat untuk mengganggu stabilitas negara tersebut. Itu diungkapkan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergey Shoigu.

Dalam opini yang dimuat pada hari Jumat untuk Rossiyskaya Gazeta, mantan menteri pertahanan tersebut menyatakan bahwa Rusia tertarik untuk membantu negara Timur Tengah tersebut merebut kembali posisinya sebagai "negara merdeka, berdaulat, bebas dari terorisme, perang, dan narkotika."

Ia mengkritik negara-negara Barat atas apa yang ia sebut sebagai politisasi bantuan kemanusiaan dan hambatan bagi pemulihan Afghanistan.

3 Alasan Rusia Bantu Taliban, Salah Satunya Diabaikan Barat

1. Barat Tak Membantu Afghanistan

"Barat menunda pembangunan Afghanistan... mengaitkan bantuan tersebut semata-mata dengan realisasi kepentingan egoisnya," tulis Shoigu. Ia mencatat bahwa sekitar USD9 miliar aset negara Afghanistan dibekukan di luar negeri, dan menambahkan bahwa aset tersebut dapat digunakan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi.

Baca Juga: Presiden Komisi Eropa Sebut Presiden Putin sebagai Predator, Ini 3 Alasannya

2. Menciptakan Stabilitas Kawasan

Shoigu melanjutkan dengan mengatakan bahwa Taliban telah membuat kemajuan dalam melawan produksi narkotika dan dalam memerangi teroris Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS), tetapi memperingatkan tentang "pemindahan pejuang yang terdokumentasi dari wilayah lain ke Afghanistan," yang ia duga tampaknya diatur oleh badan intelijen Barat yang berusaha menciptakan ketidakstabilan di dekat Rusia, China, dan Iran.

Mengingat sanksi Barat yang masih berlaku dan masalah yang masih ada terkait narkoba dan teroris, Afghanistan memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menstabilkan situasi di negara tersebut, kata Shoigu.

3. Negara Pertama yang Mengakui Afghanistan

Taliban merebut kendali Afghanistan pada tahun 2021 setelah pasukan AS menarik diri dari negara itu. Evakuasi yang kacau dari bandara Kabul memicu kritik keras terhadap pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden dan secara luas digambarkan sebagai bencana geopolitik bagi Washington.

Pada bulan Juli, Rusia menjadi negara pertama yang mengakui pemerintahan Taliban, setelah Moskow mengeluarkan Taliban dari daftar organisasi teroris, dengan alasan kemajuannya dalam memerangi kelompok ekstremis regional.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Keseleo Lidah, Trump...
Keseleo Lidah, Trump Sebut Kapal Induk AS Diserang Rudal "Republik Islam Jepang"
Kesaksian Pilot Jet...
Kesaksian Pilot Jet Tempur F-15 AS: Drone-Drone Iran seperti Ranjau Darat
Rekomendasi
Akademisi Desak Polri...
Akademisi Desak Polri Tindak Penyebar Disinformasi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI
Kabar Duka, Ibunda Vega...
Kabar Duka, Ibunda Vega Darwanti Meninggal Dunia
Perjalanan Prancis dan...
Perjalanan Prancis dan Spanyol: Siapa Layak ke Final Piala Dunia 2026?
Berita Terkini
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved