5 Revolusi Berdarah yang Membentuk Sejarah Dunia, Mayoritas Berujung Penggulingan Kekuasaan

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 14:36 WIB
loading...
A A A
Untuk menghentikan kekerasan, istana Qing memulai diskusi tentang penerapan monarki konstitusional, bahkan menunjuk Yuan Shikai sebagai perdana menteri baru. Terlepas dari janji-janji reformasi, beberapa provinsi di China menyatakan kesetiaan kepada Aliansi Revolusioner. Delegasi dari provinsi-provinsi ini berkumpul untuk menghadiri majelis nasional perdana, di mana mereka memilih Sun Yat-sen sebagai presiden sementara Republik China yang baru berdiri.

Pada tahun 1912, kaisar turun takhta, mengakhiri sistem kekaisaran dan kekuasaan Dinasti Qing yang telah berlangsung selama berabad-abad. Setelah bernegosiasi, Yuan Shikai menyetujui pembentukan Republik dengan syarat ia diangkat sebagai presiden resmi pertama. Revolusi 1911 merupakan momen krusial dalam sejarah Tiongkok karena membuka jalan bagi Revolusi Komunis Tiongkok pada tahun 1949, sebuah pemberontakan yang mendirikan Republik Rakyat Tiongkok di bawah pemerintahan Mao Zedong.

5. Revolusi Rusia (1917)

Pada awal abad ke-20, Rusia merupakan salah satu negara terbelakang dan termiskin di Eropa. Berjuang karena kondisi negara mereka, para buruh memprotes monarki pada tahun 1905, yang berujung pada pembantaian Minggu Berdarah dan pemberontakan yang gagal. Meskipun demikian, semangat revolusioner tidak mudah dilupakan.

Perang Dunia I melumpuhkan perekonomian Rusia dan mengakibatkan tingginya angka kematian. Tsar Nicholas II meninggalkan negara itu untuk memimpin tentara dan menginspirasi pasukannya, tetapi ia ternyata menjadi pemimpin yang tidak efektif. Lebih lanjut, ia menyerahkan negara itu kepada istrinya, seorang perempuan keturunan Jerman yang tidak populer di kalangan penduduk, yang berada di bawah pengaruh Grigori Rasputin, seorang mistikus Rusia yang memproklamirkan diri sebagai nabi.

Selama Revolusi Februari 1917, para pengunjuk rasa kembali turun ke jalan-jalan di Petrograd—kini disebut Sankt Peterburg. Berbeda dengan revolusi 1905, kali ini banyak tentara yang telah kehilangan kepercayaan kepada penguasa mereka ikut serta dalam protes tersebut. Beberapa hari setelah pemerintahan sementara dibentuk, Tsar Nicholas II turun takhta, yang menyebabkan berakhirnya dinasti Romanov dan sistem kekaisaran. Namun, hal ini tidak menandakan akhir dari perjalanan revolusioner Rusia. Terdiri dari anggota-anggota kaum borjuis, pemerintahan baru terus mendukung upaya perang dalam Perang Dunia I, yang semakin merusak perekonomian negara.

Selama Revolusi Oktober 1917, kaum revolusioner yang dipimpin oleh Partai Bolshevik kiri dan pemimpin mereka Vladimir Lenin menyerbu Istana Musim Dingin, merebut kekuasaan dari pemerintahan sementara dalam sebuah kudeta yang bersih.

Lenin memperjuangkan pemerintahan Soviet baru yang diperintah bukan oleh kapitalis, melainkan oleh sekelompok petani, buruh, dan tentara. Terlepas dari upayanya, revolusi tersebut tidak diterima secara luas di luar Petrograd oleh para loyalis kekaisaran yang tersisa. Selama lima tahun, perang saudara melanda Rusia, yang akhirnya menghasilkan kemenangan bagi Lenin dan berdirinya Uni Soviet.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Maskapai Eropa Diminta...
Maskapai Eropa Diminta Tak Melintasi Langit Teluk, Ancaman Rudal dan Drone Mengintai
Trump Sebut Iran Sudah...
Trump Sebut Iran Sudah Tak Berdaya: Angkatan Laut dan Pemimpin Mereka Telah Tiada
Rekomendasi
Pangeran William Kecewa...
Pangeran William Kecewa Inggris Tersingkir dari Piala Dunia
KJRI Johor Bahru Bantu...
KJRI Johor Bahru Bantu Biayai Deportasi 90 PMI dari Malaysia ke Batam
Putusan Praperadilan...
Putusan Praperadilan Roy Suryo Jilid II Dibacakan 20 Juli
Berita Terkini
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Infografis
Daftar Top Skor Sementara...
Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved