Lawan Upaya Barat, Rusia Siap Bantu Pemerintahan Taliban di Afghanistan

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 13:02 WIB
loading...
Lawan Upaya Barat, Rusia...
Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergey Shoigu. Foto/sputnik
A A A
MOSKOW - Rusia siap membantu pemerintahan Taliban di Afghanistan, khususnya dalam memerangi terorisme dan produksi narkotika di tengah upaya Barat untuk mengacaukan negara tersebut. Pernyataan itu diungkap Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergey Shoigu.

Dalam opini yang dimuat di Rossiyskaya Gazeta pada hari Jumat (29/8/2025), mantan menteri pertahanan tersebut menyatakan Rusia tertarik membantu negara tersebut merebut kembali posisinya sebagai "negara merdeka, berdaulat, bebas dari terorisme, perang, dan narkotika."

Ia mengkritik negara-negara Barat atas apa yang ia sebut sebagai politisasi bantuan kemanusiaan dan hambatan bagi pemulihan Afghanistan.

"Barat menunda pembangunan Afghanistan... mengaitkan bantuan tersebut semata-mata dengan realisasi kepentingan pribadinya," tulis Shoigu.

Ia mencatat sekitar USD9 miliar aset negara Afghanistan dibekukan di luar negeri, dan menambahkan aset tersebut dapat digunakan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi.

Shoigu melanjutkan dengan mengatakan Taliban telah membuat kemajuan dalam melawan produksi narkotika dan dalam memerangi teroris Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS).

Namun dia memperingatkan tentang "pemindahan pejuang yang terdokumentasi dari wilayah lain ke Afghanistan," yang ia duga tampaknya diatur badan intelijen Barat yang berusaha menciptakan ketidakstabilan di dekat Rusia, China, dan Iran.

“Mengingat sanksi Barat yang masih berlaku dan masalah narkoba dan teroris yang masih ada, Afghanistan memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menstabilkan situasi di negara itu,” kata Shoigu.

“Rusia siap memberikan bantuan kepada Taliban dalam hal ini, termasuk melalui pengembangan kerja sama kontraterorisme dan antinarkotika... Kami berharap bahwa koordinasi ini, bersama dengan dukungan komprehensif dari negara-negara tetangga Afghanistan, akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan kemakmurannya,” papar dia.

Taliban menguasai Afghanistan pada tahun 2021 setelah pasukan AS menarik diri dari negara itu.

Evakuasi yang kacau dari bandara Kabul mengakibatkan kritik keras terhadap pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden dan secara luas digambarkan sebagai bencana geopolitik bagi Washington.

Pada bulan Juli, Rusia menjadi negara pertama yang mengakui pemerintahan Taliban, setelah Moskow mengeluarkan Taliban dari daftar organisasi teroris, dengan alasan kemajuannya dalam memerangi kelompok ekstremis regional.

Baca juga: Dicekik Tarif Trump, PM India Modi akan Berunding dengan Xi Jinping dan Putin di China
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Tegaskan Peran Strategis Polri Kawal Pembangunan
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Infografis
Tentara Ukraina Tak...
Tentara Ukraina Tak Mau di Garis Depan dan Bertempur Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved