Sosok Valentina Gomez, Politisi AS yang Bakar Al-Qur'an Sambil Caci Maki Umat Islam

Jum'at, 29 Agustus 2025 - 11:13 WIB
loading...
Sosok Valentina Gomez,...
Valentina Gomez, politisi perempuan Amerika Serikat yang membakar Al-Quran sambil mencaci maki umat Islam. Foto/NDTV
A A A
WASHINGTON - Politisi perempuan Amerika Serikat (AS) bernama Valentina Gomez telah membakar Al-Qur'an sambil mencaci maki umat Islam. Dia merekam aksinya dan mengunggahnya di X.

Politisi Partai Republik asal Texas ini sedang mencalonkan diri untuk kursi Kongres. Dalam aksi pembakaran kitab suci itu, dia bersumpah untuk mengakhiri Islam di negara bagian Texas.

Dia meminta umat Muslim untuk meninggalkan negara bagian tersebut, dengan mengatakan: "Umat Muslim boleh pergi ke mana pun dari 57 negara Muslim."

Baca Juga: Viral! Politisi AS Bakar Al-Qur'an, Sesumbar Ingin Akhiri Islam di Texas

Dalam video bernuansa kampanye itu, Gomez menuduh komunitas Muslim mengancam negara-negara Kristen melalui kekerasan dan mendesak orang-orang untuk membantunya mencapai tujuannya.

"Umat Muslim memerkosa dan membunuh dalam perjalanan mereka untuk menguasai negara-negara Kristen" tulisnya dalam unggahan di X yang kini telah dihapus. "Bantu saya masuk ke Kongres agar kalian tidak perlu tunduk pada batu karang bodoh mereka."

Dia memulai video dengan mengatakan, "Putri-putri kalian akan diperkosa dan putra-putra kalian akan dipenggal, kecuali kita menghentikan Islam untuk selamanya," lalu melanjutkan dengan membakar Al-Qur'an.

Gomez kemudian mengklarifikasi bahwa dia tidak menyesali pembakaran Al-Qur'an dan menyalahkan kitab suci agama tersebut atas serangan 7 Oktober di Israel. "Saya teguh pada tindakan saya dan saya tidak akan pernah tunduk pada kitab suci yang bertanggung jawab atas pembantaian 7 Oktober, yang merenggut nyawa 13 anggota militer AS di Abbey Gate, dan menyerukan pembunuhan kami," tulisnya di X.

Tindakan Gomez menuai kritik dari Richard Grenell, utusan khusus Presiden AS Donald Trump untuk misi khusus, yang mengatakan bahwa Gomez merusak Amandemen Pertama Konstitusi AS.

"Hentikan perusakan Amandemen Pertama Konstitusi yang ditetapkan oleh para leluhur kita. Konstitusi AS menjamin kebebasan beragama. Anda tidak memahami kebebasan kami dengan baik," katanya, yang dikutip TRT Global, Jumat (29/8/2025).

Siapa Sebenarnya Sosok Valentina Gomez?


Valentina Gomez pernah memproklamirkan diri sebagai pendukung Presiden Donald Trump dan kampanye Make America Great Again (MAGA).

Politisi Amerika ini lahir pada 8 Mei 1999 di Medellin, Kolombia. Dia dan keluarganya pindah ke AS pada tahun 2009.

Sebelum terjun ke dunia politik, Gomez mendapatkan pengakuan sebagai investor real estate dan memegang berbagai peran di sektor keuangan, termasuk posisi yang berfokus pada optimalisasi keuangan dan strategis di Nestlé.

Namun, profil politiknya telah diwarnai oleh berbagai kontroversi. Menurut The Independent, Gomez memiliki riwayat melakukan aksi kekerasan dan menggunakan retorika yang menghasut terhadap Muslim, komunitas LGBT+, warga Amerika kulit hitam, dan imigran.

Tindakan-tindakannya itu tampaknya bertujuan untuk mendapatkan ketenaran di tengah karier politiknya yang tampaknya sedang goyah.

Pada bulan Desember 2024, Gomez merilis sebuah video yang menggambarkan eksekusi tiruan seorang imigran, menembak boneka yang diikat ke kursi dengan kantong hitam di atas kepalanya. Dia mengatakan kepada The Independent saat itu, "Sesederhana itu, eksekusi publik untuk setiap imigran ilegal yang memerkosa atau membunuh seorang Amerika. Mereka tidak pantas dideportasi; mereka pantas untuk dihabisi."

Gomez juga telah menargetkan warga Amerika kulit hitam, memberi tahu mereka untuk "dengan baik hati" meninggalkan AS jika mereka "tidak menyukainya", merujuk pada Juneteenth, hari libur yang menandai berakhirnya perbudakan, sebagai hari libur yang "paling keras".

Catatan homofobianya termasuk aksi pada bulan Februari 2024 di mana dia menggunakan penyembur api untuk membakar setumpuk buku LGBTQ+.

Gomez memulai karier politiknya pada tahun 2024 dengan berkampanye untuk jabatan penting di pemerintahan Missouri. Namun, berada di urutan keenam, hanya menerima 7,4 persen suara.

Meskipun beberapa kali kalah dalam pemilu dan berulang kali diblokir dari media sosial karena ujaran kebencian, dia terus membangun reputasi sebagai tokoh sayap kanan yang memecah belah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Didemo atas Tuduhan...
Didemo atas Tuduhan Korupsi, Presiden Serbia Vucic Umumkan Akan Mundur
Rekomendasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Jumpa Jepang, Argentina Ditantang Cape Verde
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Berita Terkini
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved