Ketika Pesawat B-47 AS Tak Sengaja Jatuhkan Bom Nuklir 3.500 Kg di Negaranya Sendiri

Jum'at, 29 Agustus 2025 - 09:02 WIB
loading...
A A A
Menurut Army Times, andai bahan peledak nuklir itu meledak, sebagian besar dari 30.000 orang yang tinggal di Florence County akan tewas atau mengalami cedera serius akibat radiasi.

Pihak militer tidak pernah secara resmi mengumumkannya. Juru bicara mereka bersikeras bahwa bom itu tidak dilengkapi bahan peledak nuklir aktif dan tidak ada bahaya ledakan nuklir.

Namun, salah satu pilot membuat panggilan darurat dengan mengatakan bahwa mereka telah membuang "kargo panas" atau bom atom.

Ada tiga pilot yang bertugas saat insiden itu terjadi. Mereka, yang dilaporkan sedang dalam misi pelatihan dari Savannah dan terbang di ketinggian 15.000 kaki, ditugaskan kembali ke luar negeri selama tujuh tahun.

Ketika mereka kembali, mereka pergi menemui Walter Gregg. Putri Gregg, Helen Holladay, mengenang: “Mereka memberi tahu ayah saya bahwa semuanya ada di dalam pesawat."

“Kisahnya benar-benar berbeda dari yang diumumkan pemerintah," ujarnya. "Selama 25 tahun berikutnya, pesawat militer terbang di atas pertanian untuk memeriksa radiasi."

Tidak ada yang meninggal atau terluka parah dalam insiden di Mars Bluff. Namun, keluarga Gregg hanya membawa pakaian yang mereka kenakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
IHSG Babak Belur Jelang...
IHSG Babak Belur Jelang Akhir Pekan, Sesi Siang Ditutup Ambruk 2,73% ke 5.835
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Berita Terkini
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved