Gertak India, China Dilaporkan Kerahkan 50.000 Tentara, 150 Jet Tempur dan Rudal

Jum'at, 11 September 2020 - 12:09 WIB
loading...
A A A
“Pengerahan pasukan PLA di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC) di Ladakh timur tidak diarahkan secara taktis untuk perang seperti sekarang. Tapi ya, pin peniti tetap akan berlanjut," kata seorang pejabat militer India yang menolak disebutkan namanya.

Namun, India telah mengarahkan peringatan yang jelas ke arah Beijing agar tidak melanggar perimeter India di sekitar tiang depannya, termasuk pembangunan kawat berduri di ketinggian. “Itu merupakan garis merah. Faktanya, tidak ada tempat yang kami kurang siap sekarang," ujarnya.

Peringatan New Delhi ke Beijing datang setelah peluru ditembakkan di Mukhpari Top di sektor Chushul pada hari Senin (7/9/2020), sebuah insiden letusan senjata api pertama kali dalam 45 tahun di wilayah Ladakh. (Baca: Tentara China dan India Bentrok Tangan Kosong di Pangong Tso )

PLA terus memperkuat penumpukan militer di wilayah tersebut sejak Mei yang mencakup pasukan yang berpartisipasi dalam latihan militer di Tibet. Menurut intelijen dari para pejabat tinggi, pasukan PLA bekerja di bawah instruksi langsung dari Beijing dan jika tindakan tersebut mengarah pada perang, China harus membayar mahal.

“Sengketa diarahkan dari puncak hierarki politik-militer di China, bukan oleh kesenangan komandan PLA setempat. Ini bisa mengambil lintasan apa pun. Tapi jika China ingin memulai perang, dia juga harus membayar mahal," imbuh pejabat tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved