Profil Abdul Qader Al Murtada, Pimpinan Houthi yang Kirim Rudal Balistik ke Israel
Selasa, 26 Agustus 2025 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Trump Bertemu Presiden Korsel tapi Justru Memuji Kim Jong-un Berulang Kali
"Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk membangun kepercayaan dan membangun fase baru penanganan yang serius dan jujur," kata al-Murtada, dilansir VOA News.
Palang Merah telah membantu mengawasi pembebasan tahanan lainnya, termasuk pembebasan sekitar 1.000 tahanan yang ditukar pada tahun 2020, lebih dari 800 tahanan yang ditukar pada tahun 2023, dan pembebasan lainnya pada tahun 2024.
Para pemberontak mengatakan awal pekan ini bahwa mereka akan membatasi serangan mereka terhadap kapal-kapal di koridor Laut Merah dan membebaskan 25 awak Galaxy Leader, sebuah kapal yang mereka sita pada November 2023, saat gencatan senjata pertama di Gaza mulai berlaku.
Perang di Yaman telah menewaskan lebih dari 150.000 orang, termasuk para pejuang dan warga sipil, dan menciptakan salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia, menewaskan puluhan ribu lainnya.
2. Membantu Pembebasan Sandera
Abdul Qader al-Murtada, kepala Komite Urusan Tahanan Houthi, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media Houthi bahwa mereka yang dibebaskan adalah "kasus kemanusiaan" yang mencakup orang sakit, terluka, dan lansia."Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk membangun kepercayaan dan membangun fase baru penanganan yang serius dan jujur," kata al-Murtada, dilansir VOA News.
Palang Merah telah membantu mengawasi pembebasan tahanan lainnya, termasuk pembebasan sekitar 1.000 tahanan yang ditukar pada tahun 2020, lebih dari 800 tahanan yang ditukar pada tahun 2023, dan pembebasan lainnya pada tahun 2024.
Para pemberontak mengatakan awal pekan ini bahwa mereka akan membatasi serangan mereka terhadap kapal-kapal di koridor Laut Merah dan membebaskan 25 awak Galaxy Leader, sebuah kapal yang mereka sita pada November 2023, saat gencatan senjata pertama di Gaza mulai berlaku.
Perang di Yaman telah menewaskan lebih dari 150.000 orang, termasuk para pejuang dan warga sipil, dan menciptakan salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia, menewaskan puluhan ribu lainnya.
Lihat Juga :