Israel Bombardir RS Al-Nasser Gaza, Tewaskan 20 Orang Termasuk 5 Jurnalis, Netanyahu Menyesal
Selasa, 26 Agustus 2025 - 08:24 WIB
loading...
A
A
A
Seorang juru bicara Reuters mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Kami sangat terpukul mengetahui bahwa juru kamera Hussam al-Masri, seorang kontraktor Reuters, tewas pagi ini dalam serangan Israel di Rumah Sakit Al-Nasser di Khan Younis, Gaza."
"Moaz Abu Taha, seorang jurnalis lepas yang karyanya terkadang dipublikasikan oleh Reuters, juga tewas, dan fotografer Hatem Khaled, seorang kontraktor Reuters, terluka," paparnya.
"Kami sedang mencari informasi lebih lanjut dan telah meminta pihak berwenang di Gaza dan Israel untuk membantu kami mendapatkan bantuan medis darurat untuk Hatem," imbuh juru bicara tersebut.
Pihak Associated Press mengatakan pihaknya "terkejut dan sedih" mengetahui kematian Abu Dagga dan jurnalis lainnya, menambahkan bahwa Abu Dagga sering bertugas di rumah sakit untuk meliput, yang baru-baru ini mencakup berita tentang anak-anak yang kelaparan dan kekurangan gizi.
Serikat Jurnalis Palestina mengecam Israel atas serangan tersebut, dengan mengatakan, "Perang Israel merupakan perang terbuka terhadap media bebas, dengan tujuan meneror jurnalis dan mencegah mereka memenuhi tugas profesional mereka untuk mengungkap kejahatan media kepada dunia."
Lebih dari 240 jurnalis Palestina telah tewas akibat tembakan Israel di Gaza sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, menurut Sindikat Jurnalis Palestina.
Dua minggu lalu, Israel menewaskan koresponden terkemuka Al Jazeera, Anas Al-Sharif, dan empat jurnalis lainnya dalam sebuah serangan. Dalam serangan itu, Israel mengakui telah menargetkan al-Sharif dan mengatakan bahwa ia bekerja untuk kelompok militan Hamas, yang dibantah oleh media tersebut.
"Moaz Abu Taha, seorang jurnalis lepas yang karyanya terkadang dipublikasikan oleh Reuters, juga tewas, dan fotografer Hatem Khaled, seorang kontraktor Reuters, terluka," paparnya.
"Kami sedang mencari informasi lebih lanjut dan telah meminta pihak berwenang di Gaza dan Israel untuk membantu kami mendapatkan bantuan medis darurat untuk Hatem," imbuh juru bicara tersebut.
Pihak Associated Press mengatakan pihaknya "terkejut dan sedih" mengetahui kematian Abu Dagga dan jurnalis lainnya, menambahkan bahwa Abu Dagga sering bertugas di rumah sakit untuk meliput, yang baru-baru ini mencakup berita tentang anak-anak yang kelaparan dan kekurangan gizi.
Serikat Jurnalis Palestina mengecam Israel atas serangan tersebut, dengan mengatakan, "Perang Israel merupakan perang terbuka terhadap media bebas, dengan tujuan meneror jurnalis dan mencegah mereka memenuhi tugas profesional mereka untuk mengungkap kejahatan media kepada dunia."
Lebih dari 240 jurnalis Palestina telah tewas akibat tembakan Israel di Gaza sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, menurut Sindikat Jurnalis Palestina.
Dua minggu lalu, Israel menewaskan koresponden terkemuka Al Jazeera, Anas Al-Sharif, dan empat jurnalis lainnya dalam sebuah serangan. Dalam serangan itu, Israel mengakui telah menargetkan al-Sharif dan mengatakan bahwa ia bekerja untuk kelompok militan Hamas, yang dibantah oleh media tersebut.
Lihat Juga :