Bagaimana Upaya Vietnam Mengevakuasi 500.000 Orang Jelang Topan Kajiki?
Senin, 25 Agustus 2025 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 10 Negara Terbaik yang Mengizinkan Kewarganegaraan Ganda, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Provinsi-provinsi pesisir telah melarang kapal-kapal melaut mulai Senin dan memanggil kapal-kapal yang sudah melaut, kata kantor berita Vietnam.
Vietnam rentan terhadap badai yang seringkali mematikan dan memicu banjir dan tanah longsor yang berbahaya. Lebih dari 100 orang tewas atau hilang akibat bencana alam dalam tujuh bulan pertama tahun 2025, menurut Kementerian Pertanian.
Tahun lalu, Topan Yagi menewaskan sekitar 300 orang dan menyebabkan kerusakan properti sekitar USD3,3 miliar.
“Saya belum pernah mendengar topan sebesar ini datang ke kota kami,” kata Le Manh Tung, 66 tahun, di kota Vinh, kepada kantor berita AFP. Ia berlindung bersama keluarga-keluarga lain yang dievakuasi di sebuah stadion dalam ruangan.
Provinsi-provinsi pesisir telah melarang kapal-kapal melaut mulai Senin dan memanggil kapal-kapal yang sudah melaut, kata kantor berita Vietnam.
Vietnam rentan terhadap badai yang seringkali mematikan dan memicu banjir dan tanah longsor yang berbahaya. Lebih dari 100 orang tewas atau hilang akibat bencana alam dalam tujuh bulan pertama tahun 2025, menurut Kementerian Pertanian.
Tahun lalu, Topan Yagi menewaskan sekitar 300 orang dan menyebabkan kerusakan properti sekitar USD3,3 miliar.
2. Menutup Segala Aktivitas Bisnis
Kota tepi laut Vinh dilanda banjir semalaman, Jalan-jalannya sebagian besar sepi di pagi hari, dengan sebagian besar toko dan restoran tutup karena warga dan pemilik bisnis menutup pintu masuk properti mereka dengan karung pasir.“Saya belum pernah mendengar topan sebesar ini datang ke kota kami,” kata Le Manh Tung, 66 tahun, di kota Vinh, kepada kantor berita AFP. Ia berlindung bersama keluarga-keluarga lain yang dievakuasi di sebuah stadion dalam ruangan.
Lihat Juga :