Terungkap, AS Minta Tolong Putin saat Memburu Osama bin Laden
Senin, 25 Agustus 2025 - 13:22 WIB
loading...
A
A
A
“Kita harus menyatukan rakyat kita untuk mengembangkan pendekatan komprehensif dalam menghadapi [pemimpin Al-Qaeda saat itu] bin Laden,” lanjut Clinton, menurut catatan tersebut yang dikutip Russia Today, Senin (25/8/2025).
Saat itu, Presiden Putin yang baru terpilih sedang menghadapi pemberontakan kelompok militan Islamis di Kaukasus Utara. Dia, menurut catatan tersebut, mengatakan bahwa “front bersama diperlukan” untuk melawan apa yang disebutnya “Teroris Internasional".
Belum jelas apakah Putin menyanggupi permintaan bantuan oleh Clinton. Juga belum diketahui kelanjutan prospek kerja sama AS-Rusia dalam memburu Osama bin Laden. Faktanya, pasukan khusus AS yang membunuh Osama bin Laden di Pakistan pada 2011 meski jasadnya tak pernah ditunjukkan.
Para pemimpin saat itu juga membahas prospek Rusia bergabung dengan NATO, di mana Clinton mengakui bahwa ekspansi blok militer Barat ke arah timur dianggap sebagai “masalah” oleh banyak orang di Moskow.
“Harus ada hubungan skala penuh antara Rusia dan NATO,” kata Putin, menurut catatan tersebut.
Setelah serangan 11 September 2001 atau serangan 9/11 di AS, Washington dan Moskow memulai kerja sama yang erat melawan kelompok Islam radikal, dengan membentuk beberapa satuan tugas gabungan.
Saat itu, Presiden Putin yang baru terpilih sedang menghadapi pemberontakan kelompok militan Islamis di Kaukasus Utara. Dia, menurut catatan tersebut, mengatakan bahwa “front bersama diperlukan” untuk melawan apa yang disebutnya “Teroris Internasional".
Belum jelas apakah Putin menyanggupi permintaan bantuan oleh Clinton. Juga belum diketahui kelanjutan prospek kerja sama AS-Rusia dalam memburu Osama bin Laden. Faktanya, pasukan khusus AS yang membunuh Osama bin Laden di Pakistan pada 2011 meski jasadnya tak pernah ditunjukkan.
Para pemimpin saat itu juga membahas prospek Rusia bergabung dengan NATO, di mana Clinton mengakui bahwa ekspansi blok militer Barat ke arah timur dianggap sebagai “masalah” oleh banyak orang di Moskow.
“Harus ada hubungan skala penuh antara Rusia dan NATO,” kata Putin, menurut catatan tersebut.
Setelah serangan 11 September 2001 atau serangan 9/11 di AS, Washington dan Moskow memulai kerja sama yang erat melawan kelompok Islam radikal, dengan membentuk beberapa satuan tugas gabungan.
Lihat Juga :