Miliarder John Fredriksen Tinggalkan Inggris, Sebut Dunia Barat Menuju Kehancuran

Minggu, 24 Agustus 2025 - 13:45 WIB
loading...
A A A
Selama beberapa dekade, Inggris pada umumnya, dan London pada khususnya, membangun reputasi sebagai arena bermain bagi kaum ultra-kaya dunia. Hal ini sebagian dicapai dengan menawarkan struktur pajak yang menguntungkan kelompok elite ini.

Contoh utama dari hal ini adalah sistem non-domisili. Yang disebut "non-domisili" adalah seseorang yang tinggal di Inggris, tetapi mengeklaim tempat tinggal permanen mereka berada di tempat lain. Status pajak ini tidak terikat dengan kewarganegaraan atau tempat tinggal—seseorang dapat tinggal di Inggris selama bertahun-tahun dan tetap dianggap non-domisili untuk tujuan perpajakan.

Non-domisili membayar pajak Inggris hanya atas pendapatan yang bersumber dari Inggris. Pendapatan dari luar negeri bebas pajak kecuali dibawa ke Inggris. Bagi orang kaya, ini dapat berarti penghematan pajak yang besar dan legal dengan menyimpan pendapatan global di luar negeri dan mengeklaim negara dengan pajak yang lebih rendah sebagai domisili mereka.

Perlakuan khusus ini mungkin menjadi salah satu alasan mengapa miliarder seperti Fredriksen, yang lahir di Norwegia dan resmi menjadi warga negara Siprus, tinggal di London.

Namun, terdapat dorongan bipartisan untuk menutup celah ini dalam beberapa tahun terakhir. Para kritikus berpendapat bahwa sistem ini menciptakan disinsentif untuk memulangkan uang ke Inggris dan menginvestasikannya dalam ekonomi lokal.

Rezim non-domisili secara efektif dihapuskan pada bulan April tahun ini, yang memicu eksodus kekayaan dari negara tersebut.

Selain Fredriksen, wakil ketua Goldman Sachs kelahiran Afrika Selatan; Richard Gnodde, dan orang terkaya di Mesir yang juga salah satu pemilik Aston Villa; Nassef Sawiris, keduanya dilaporkan telah meninggalkan negara tersebut, menurut laporan CNBC.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Putin Akui Ekonomi Rusia...
Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih
Rekomendasi
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Berita Terkini
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved