Rusia Kembali Bombardir Ukraina Besar-besaran, Perusahaan AS Ikut Hancur
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
Gedung Putih juga tidak segera menanggapi pertanyaan mengenai reaksi Presiden Trump atas serangan Rusia yang menargetkan sebuah perusahaan AS, meskipun pada hari Selasa dia mengatakan, "Ada kemungkinan [Putin] tidak ingin membuat kesepakatan."
"Kita akan mengetahui kabar terbaru tentang Presiden Putin dalam beberapa minggu ke depan," imbuh Trump.
Para pemimpin NATO telah berulang kali mempertanyakan kesediaan Putin untuk terlibat dalam negosiasi dengan itikad baik serta keinginannya untuk mengakhiri ambisi perangnya, bahkan setelah pertemuan langsung Trump dengan kepala Kremlin di Alaska pada hari Jumat pekan lalu.
Prancis—yang telah menjadi pemain utama yang mendukung Ukraina—pada hari Kamis menegaskan kembali hal itu, dan dalam sebuah pernyataan kepada Fox News Digital, mengatakan meskipun Rusia mengeklaim bahwa mereka siap untuk bernegosiasi, serangan terbaru ke Ukraina menunjukkan sebaliknya.
"Serangan-serangan ini, yang paling masif dalam satu bulan, menggambarkan kurangnya niat tulus Rusia untuk terlibat secara serius dalam perundingan damai," ujar seorang juru bicara Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis kepada Fox News Digital.
"Prancis menegaskan kembali dukungannya terhadap inisiatif Presiden Trump demi perdamaian yang adil dan abadi dan akan terus bekerja dengan penuh tekad bersama Ukraina dan mitra-mitranya," imbuh dia.
"Kita akan mengetahui kabar terbaru tentang Presiden Putin dalam beberapa minggu ke depan," imbuh Trump.
Para pemimpin NATO telah berulang kali mempertanyakan kesediaan Putin untuk terlibat dalam negosiasi dengan itikad baik serta keinginannya untuk mengakhiri ambisi perangnya, bahkan setelah pertemuan langsung Trump dengan kepala Kremlin di Alaska pada hari Jumat pekan lalu.
Prancis—yang telah menjadi pemain utama yang mendukung Ukraina—pada hari Kamis menegaskan kembali hal itu, dan dalam sebuah pernyataan kepada Fox News Digital, mengatakan meskipun Rusia mengeklaim bahwa mereka siap untuk bernegosiasi, serangan terbaru ke Ukraina menunjukkan sebaliknya.
"Serangan-serangan ini, yang paling masif dalam satu bulan, menggambarkan kurangnya niat tulus Rusia untuk terlibat secara serius dalam perundingan damai," ujar seorang juru bicara Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis kepada Fox News Digital.
"Prancis menegaskan kembali dukungannya terhadap inisiatif Presiden Trump demi perdamaian yang adil dan abadi dan akan terus bekerja dengan penuh tekad bersama Ukraina dan mitra-mitranya," imbuh dia.
(mas)
Lihat Juga :