Ini Lokasi Rahasia Pangkalan Rudal Tercanggih Korut, Momok Nuklir bagi AS dan Sekutunya
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 08:25 WIB
loading...
Korea Utara diam-diam telah membangun dan mengoperasikan pangkalan rudal strategis tercanggihnya di dekat perbatasan China. Ini jadi ancaman nuklir bagi AS dan sekutunya. Foto/X/CSIS
A
A
A
PYONGYANG - Korea Utara (Korut) diam-diam telah membangun dan mengoperasikan pangkalan rudal strategis tercanggihnya di dekat perbatasan China. Lembaga think tank memperingatkan bahwa pangkalan rudal rahasia rezim Kim Jong-un ini akan menjadi ancaman nuklir bagi Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di Asia Timur.
Pangkalan di Sinpung, Provinsi Pyongan Utara, yang terletak 27 kilometer (17 mil) dari perbatasan dengan China, diduga menampung unit seukuran brigade yang dilengkapi dengan enam hingga sembilan rudal balistik antarbenua berkemampuan nuklir dan peluncur mobile-nya. Demikian laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang diterbitkan hari Rabu.
"Rudal-rudal ini menimbulkan potensi ancaman nuklir bagi Asia Timur dan Amerika Serikat daratan," imbuh laporan lembaga think tank tersebut, sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Jumat (22/8/2025).
Baca Juga: Kim Jong-un Desak Ekspansi Cepat Senjata Nuklir Korut, Sebut AS-Korsel Picu Perang
"Penilaian saat ini menunjukkan bahwa selama masa krisis atau perang, peluncur dan rudal ini akan keluar dari pangkalan, bertemu dengan penyimpanan hulu ledak khusus, unit transportasi, dan melakukan operasi peluncuran dari lokasi-lokasi pra-survei yang tersebar," imbuh laporan itu, mengutip citra satelit.
Menurut laporan itu, pembangunan pangkalan rudal rahasia tersebut dimulai sekitar tahun 2004 dan sebagian besar fasilitas telah dibangun dan beroperasi pada tahun 2014. Kompleksnya terlihat terus dikembangkan sejak saat itu.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan pihaknya memantau secara ketat aktivitas nuklir dan rudal Korea Utara, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Pangkalan rudal rahasia Korea Utara yang baru diungkap ini menyoroti meningkatnya ancaman nuklir dan niat strategis rezim Kim Jong-un. Hal ini juga menggarisbawahi kenyataan pahit bahwa persenjataan nuklir Korea Utara mungkin lebih besar, lebih tersebar, dan lebih tahan lama daripada yang diasumsikan secara luas.
Lokasinya yang dekat dengan perbatasan China semakin melindunginya dari serangan musuh, meningkatkan kepentingan geopolitik bagi Washington dan Beijing. Dengan pembangunan yang terus berlanjut dan Korea Utara yang semakin berani dengan pengalaman tempur dunia nyata di Rusia, penemuan ini menandakan bahwa ambisi nuklir Kim Jong-un semakin besar dan semakin sulit dihalangi.
Pengungkapan ini muncul hanya beberapa hari setelah Kim Jong-un menyerukan "ekspansi cepat" program senjata nuklir negaranya, yang meningkatkan ketegangan tepat ketika AS dan Korea Selatan memulai latihan militer gabungan yang dianggap Pyongyang sebagai awal perang.
Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong-un bertemu langsung tiga kali selama masa jabatan pertama Presiden Trump, tetapi interaksi tersebut gagal meyakinkan Kim Jong-un untuk mengekang pengembangan program senjata nuklirnya. Korea Utara sejak itu menolak gagasan untuk duduk bersama AS lagi dan telah muncul sebagai sekutu utama Presiden Rusia Vladimir Putin, mendukung perangnya di Ukraina.
Kim Jong-un mengatakan awal pekan ini bahwa satu-satunya cara untuk mempertahankan keamanan negara adalah dengan "membuat musuh takut" terhadap Korea Utara dan bahwa kemampuannya akan "diekspresikan melalui tindakan praktis."
Pangkalan di Sinpung, Provinsi Pyongan Utara, yang terletak 27 kilometer (17 mil) dari perbatasan dengan China, diduga menampung unit seukuran brigade yang dilengkapi dengan enam hingga sembilan rudal balistik antarbenua berkemampuan nuklir dan peluncur mobile-nya. Demikian laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang diterbitkan hari Rabu.
"Rudal-rudal ini menimbulkan potensi ancaman nuklir bagi Asia Timur dan Amerika Serikat daratan," imbuh laporan lembaga think tank tersebut, sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Jumat (22/8/2025).
Baca Juga: Kim Jong-un Desak Ekspansi Cepat Senjata Nuklir Korut, Sebut AS-Korsel Picu Perang
"Penilaian saat ini menunjukkan bahwa selama masa krisis atau perang, peluncur dan rudal ini akan keluar dari pangkalan, bertemu dengan penyimpanan hulu ledak khusus, unit transportasi, dan melakukan operasi peluncuran dari lokasi-lokasi pra-survei yang tersebar," imbuh laporan itu, mengutip citra satelit.
Menurut laporan itu, pembangunan pangkalan rudal rahasia tersebut dimulai sekitar tahun 2004 dan sebagian besar fasilitas telah dibangun dan beroperasi pada tahun 2014. Kompleksnya terlihat terus dikembangkan sejak saat itu.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan pihaknya memantau secara ketat aktivitas nuklir dan rudal Korea Utara, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Pangkalan rudal rahasia Korea Utara yang baru diungkap ini menyoroti meningkatnya ancaman nuklir dan niat strategis rezim Kim Jong-un. Hal ini juga menggarisbawahi kenyataan pahit bahwa persenjataan nuklir Korea Utara mungkin lebih besar, lebih tersebar, dan lebih tahan lama daripada yang diasumsikan secara luas.
Lokasinya yang dekat dengan perbatasan China semakin melindunginya dari serangan musuh, meningkatkan kepentingan geopolitik bagi Washington dan Beijing. Dengan pembangunan yang terus berlanjut dan Korea Utara yang semakin berani dengan pengalaman tempur dunia nyata di Rusia, penemuan ini menandakan bahwa ambisi nuklir Kim Jong-un semakin besar dan semakin sulit dihalangi.
Pengungkapan ini muncul hanya beberapa hari setelah Kim Jong-un menyerukan "ekspansi cepat" program senjata nuklir negaranya, yang meningkatkan ketegangan tepat ketika AS dan Korea Selatan memulai latihan militer gabungan yang dianggap Pyongyang sebagai awal perang.
Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong-un bertemu langsung tiga kali selama masa jabatan pertama Presiden Trump, tetapi interaksi tersebut gagal meyakinkan Kim Jong-un untuk mengekang pengembangan program senjata nuklirnya. Korea Utara sejak itu menolak gagasan untuk duduk bersama AS lagi dan telah muncul sebagai sekutu utama Presiden Rusia Vladimir Putin, mendukung perangnya di Ukraina.
Kim Jong-un mengatakan awal pekan ini bahwa satu-satunya cara untuk mempertahankan keamanan negara adalah dengan "membuat musuh takut" terhadap Korea Utara dan bahwa kemampuannya akan "diekspresikan melalui tindakan praktis."
(mas)
Lihat Juga :