Jerman Kecam Israel Panggil 60.000 Tentara Cadangan untuk Duduki Kota Gaza
Kamis, 21 Agustus 2025 - 20:08 WIB
loading...
A
A
A
Penyiar tersebut mengatakan pasukan reguler yang beroperasi di Jalur Gaza juga akan diperpanjang masa tugasnya.
Menurut radio militer Israel, jumlah pasukan cadangan di dalam militer akan meningkat menjadi 130.000 orang sebagai persiapan untuk "operasi panjang yang akan berlangsung beberapa bulan" hingga pertengahan 2026 yang berarti kemungkinan gencatan senjata akan hilang.
Dalam berita terkait, pemerintah Jerman kembali menegaskan penolakannya terhadap rencana Israel membangun ribuan unit permukiman baru yang secara efektif akan memisahkan Tepi Barat menjadi dua bagian yang terpisah.
“Kami menolak keras proyek permukiman E1,” ujar Josef Hinterseher, wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, kepada para wartawan di Berlin.
Dia menegaskan, “Sejauh yang kami ketahui, otoritas pembangunan (Israel) telah memberikan izin hari ini. Posisi pemerintah Jerman jelas: kami dengan tegas menolak izin ini. Pembangunan permukiman melanggar hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan.”
Menurut radio militer Israel, jumlah pasukan cadangan di dalam militer akan meningkat menjadi 130.000 orang sebagai persiapan untuk "operasi panjang yang akan berlangsung beberapa bulan" hingga pertengahan 2026 yang berarti kemungkinan gencatan senjata akan hilang.
Hentikan Pembangunan Permukiman
Dalam berita terkait, pemerintah Jerman kembali menegaskan penolakannya terhadap rencana Israel membangun ribuan unit permukiman baru yang secara efektif akan memisahkan Tepi Barat menjadi dua bagian yang terpisah.
“Kami menolak keras proyek permukiman E1,” ujar Josef Hinterseher, wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, kepada para wartawan di Berlin.
Dia menegaskan, “Sejauh yang kami ketahui, otoritas pembangunan (Israel) telah memberikan izin hari ini. Posisi pemerintah Jerman jelas: kami dengan tegas menolak izin ini. Pembangunan permukiman melanggar hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan.”
Lihat Juga :