Hamas Setujui Proposal Gencatan Senjata, Buka Jalan Kesepakatan Lebih Luas

Selasa, 19 Agustus 2025 - 17:14 WIB
loading...
Hamas Setujui Proposal...
Proses pertukaran tahanan saat gencatan senjata pada Januari. Foto/QNN
A A A
JALUR GAZA - Sumber Hamas mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Senin (18/8/2025) bahwa gerakan tersebut telah menyetujui proposal dari mediator Mesir dan Qatar untuk gencatan senjata 60 hari di Jalur Gaza. Rencana tersebut mencakup pembebasan tahanan Israel dalam dua tahap, pengembalian jenazah, dan jalan menuju kesepakatan komprehensif untuk mengakhiri perang.

Menurut sumber tersebut, kesepakatan tersebut membayangkan penghentian sementara operasi militer di mana Israel akan mengerahkan kembali pasukannya untuk memungkinkan masuknya bantuan skala besar ke wilayah yang terkepung.

Ia menggambarkan inisiatif tersebut sebagai "pilihan terbaik untuk melindungi penduduk Gaza dari eskalasi yang disetujui pemerintah Israel."

Satu sumber di dalam gerakan Jihad Islam mengonfirmasi inisiatif tersebut juga mencakup gencatan senjata parsial dan pertukaran tahanan secara bertahap.

Sumber itu menambahkan faksi-faksi Palestina merespons secara positif dengan harapan dapat meringankan penderitaan warga sipil.

Upaya Mediasi Regional


Pengumuman ini muncul ketika Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani bertemu di Kairo, di samping koordinasi yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat (AS).

Kedua pemimpin menekankan kebutuhan mendesak untuk gencatan senjata segera, pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan ke Gaza, dan pembebasan tahanan.

Mereka dengan tegas menolak pendudukan kembali militer Israel di Gaza atau penggusuran warga Palestina.

Mereka menekankan pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya — sejalan dengan resolusi internasional — adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian dan stabilitas.

Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdel Aati secara terpisah mengonfirmasi delegasi Palestina dan Qatar berada di Kairo untuk melanjutkan perundingan yang bertujuan menghentikan perang.

Berbicara di perlintasan Rafah bersama Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa, Abdel Aati mengecam pembatasan Israel di sisi perlintasan Palestina dan berjanji Mesir siap membanjiri Gaza dengan bantuan "jika hambatan Israel disingkirkan."

"Posisi kami terhadap perjuangan Palestina tidak tergoyahkan dan tidak berubah," ujarnya, menolak "ilusi" tentang apa yang disebut Israel Raya dan menekankan kesiapan Mesir berkontribusi pada pasukan internasional di Gaza — tetapi hanya di bawah mandat Dewan Keamanan PBB dan kerangka politik yang jelas.

Posisi Israel


Israel sementara itu telah menyetujui rencana untuk menduduki Kota Gaza. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan tujuan Israel adalah mendirikan pemerintahan sipil di Jalur Gaza, yang tidak berafiliasi dengan Hamas atau Otoritas Palestina.

Dalam wawancara yang disiarkan televisi pada 12 Agustus, ia menegaskan kembali keterikatannya pada visi "Israel Raya" —klaim yang mencakup wilayah Palestina yang diduduki dan sebagian negara-negara Arab tetangga. Klaim itu memicu kecaman luas.

Menteri Pertahanan Yisrael Katz mengatakan Hamas baru menyetujui perundingan setelah menyadari niat Israel untuk menguasai Gaza. Netanyahu mengklaim Hamas "berada di bawah tekanan yang luar biasa."

Presiden AS Donald Trump sependapat dengan Israel, dengan mengatakan tidak akan ada sandera yang dibebaskan sampai Hamas "dihadapkan dan dihancurkan," seraya menambahkan semakin cepat hal ini terjadi, "semakin besar peluang keberhasilannya."

Sejak 7 Oktober 2023, Israel telah melancarkan perang genosida di Gaza dengan dukungan penuh AS, melakukan pembunuhan massal, kelaparan, penghancuran, dan pengungsian yang menentang seruan internasional dan putusan Mahkamah Internasional.

Sebanyak 62.004 warga Palestina telah tewas dan 156.230 lainnya terluka, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Lebih dari 9.000 orang masih hilang, ratusan ribu orang telah mengungsi, dan kelaparan telah merenggut 258 nyawa, termasuk 110 anak-anak.

Baca juga: Trump: Putin Ingin Konflik Rusia-Ukraina Berakhir
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Hari ke-83 Perang Iran:...
Hari ke-83 Perang Iran: Ketika Diplomasi Menjadi Jeda Kematian
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved