Hamas Setujui Proposal Gencatan Senjata, Buka Jalan Kesepakatan Lebih Luas
Selasa, 19 Agustus 2025 - 17:14 WIB
loading...
A
A
A
Mereka dengan tegas menolak pendudukan kembali militer Israel di Gaza atau penggusuran warga Palestina.
Mereka menekankan pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya — sejalan dengan resolusi internasional — adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian dan stabilitas.
Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdel Aati secara terpisah mengonfirmasi delegasi Palestina dan Qatar berada di Kairo untuk melanjutkan perundingan yang bertujuan menghentikan perang.
Berbicara di perlintasan Rafah bersama Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa, Abdel Aati mengecam pembatasan Israel di sisi perlintasan Palestina dan berjanji Mesir siap membanjiri Gaza dengan bantuan "jika hambatan Israel disingkirkan."
"Posisi kami terhadap perjuangan Palestina tidak tergoyahkan dan tidak berubah," ujarnya, menolak "ilusi" tentang apa yang disebut Israel Raya dan menekankan kesiapan Mesir berkontribusi pada pasukan internasional di Gaza — tetapi hanya di bawah mandat Dewan Keamanan PBB dan kerangka politik yang jelas.
Israel sementara itu telah menyetujui rencana untuk menduduki Kota Gaza. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan tujuan Israel adalah mendirikan pemerintahan sipil di Jalur Gaza, yang tidak berafiliasi dengan Hamas atau Otoritas Palestina.
Dalam wawancara yang disiarkan televisi pada 12 Agustus, ia menegaskan kembali keterikatannya pada visi "Israel Raya" —klaim yang mencakup wilayah Palestina yang diduduki dan sebagian negara-negara Arab tetangga. Klaim itu memicu kecaman luas.
Mereka menekankan pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya — sejalan dengan resolusi internasional — adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian dan stabilitas.
Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdel Aati secara terpisah mengonfirmasi delegasi Palestina dan Qatar berada di Kairo untuk melanjutkan perundingan yang bertujuan menghentikan perang.
Berbicara di perlintasan Rafah bersama Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa, Abdel Aati mengecam pembatasan Israel di sisi perlintasan Palestina dan berjanji Mesir siap membanjiri Gaza dengan bantuan "jika hambatan Israel disingkirkan."
"Posisi kami terhadap perjuangan Palestina tidak tergoyahkan dan tidak berubah," ujarnya, menolak "ilusi" tentang apa yang disebut Israel Raya dan menekankan kesiapan Mesir berkontribusi pada pasukan internasional di Gaza — tetapi hanya di bawah mandat Dewan Keamanan PBB dan kerangka politik yang jelas.
Posisi Israel
Israel sementara itu telah menyetujui rencana untuk menduduki Kota Gaza. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan tujuan Israel adalah mendirikan pemerintahan sipil di Jalur Gaza, yang tidak berafiliasi dengan Hamas atau Otoritas Palestina.
Dalam wawancara yang disiarkan televisi pada 12 Agustus, ia menegaskan kembali keterikatannya pada visi "Israel Raya" —klaim yang mencakup wilayah Palestina yang diduduki dan sebagian negara-negara Arab tetangga. Klaim itu memicu kecaman luas.
Lihat Juga :