Pelapor PBB: Hamas Bukan Pembunuh, tapi Gerakan Politik yang Sah
Selasa, 19 Agustus 2025 - 01:10 WIB
loading...
A
A
A
"Di saat nyawa melayang di Gaza dan Tepi Barat menghadapi eskalasi kekerasan, laporan ini menyoroti alasan krusial mengapa genosida Israel terus berlanjut: menguntungkan banyak pihak yang terlibat," ujarnya.
Sementara itu, Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada hari Minggu memperingatkan bahwa Gaza menghadapi "kelaparan buatan manusia". dan menyerukan kembalinya sistem bantuan kemanusiaan yang dipimpin PBB di wilayah kantong Palestina, lapor kantor berita Anadolu.
Juliette Touma, direktur komunikasi UNRWA, mengatakan di perusahaan media sosial X: "Kita sangat, sangat dekat dengan hilangnya rasa kemanusiaan kolektif kita."
Touma mengatakan bencana kelaparan ini "sebagian besar dibentuk oleh upaya yang disengaja untuk menggantikan sistem kemanusiaan yang dikoordinasi PBB melalui 'GHF' [Yayasan Kemanusiaan Gaza] yang bermotif politik."
Ia menambahkan bahwa mekanisme alternatif Israel-Amerika "membawa dehumanisasi, kekacauan, dan kematian."
"Kita harus kembali ke sistem koordinasi dan distribusi terpadu yang dipimpin PBB berdasarkan hukum humaniter internasional," kata Touma, menekankan bahwa "kekejian ini harus diakhiri."
Sementara itu, Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada hari Minggu memperingatkan bahwa Gaza menghadapi "kelaparan buatan manusia". dan menyerukan kembalinya sistem bantuan kemanusiaan yang dipimpin PBB di wilayah kantong Palestina, lapor kantor berita Anadolu.
Juliette Touma, direktur komunikasi UNRWA, mengatakan di perusahaan media sosial X: "Kita sangat, sangat dekat dengan hilangnya rasa kemanusiaan kolektif kita."
Touma mengatakan bencana kelaparan ini "sebagian besar dibentuk oleh upaya yang disengaja untuk menggantikan sistem kemanusiaan yang dikoordinasi PBB melalui 'GHF' [Yayasan Kemanusiaan Gaza] yang bermotif politik."
Ia menambahkan bahwa mekanisme alternatif Israel-Amerika "membawa dehumanisasi, kekacauan, dan kematian."
"Kita harus kembali ke sistem koordinasi dan distribusi terpadu yang dipimpin PBB berdasarkan hukum humaniter internasional," kata Touma, menekankan bahwa "kekejian ini harus diakhiri."
Lihat Juga :