Kisah Japan Airlines Jatuh Tewaskan 520 Orang, Si 'Titanic Jepang' yang Dibiarkan 12 Jam

Minggu, 17 Agustus 2025 - 08:24 WIB
loading...
A A A
Antonucci, yang menjadi salah satu saksi kunci tragedi ini, mengungkapkan satu dekade kemudian: “Empat orang selamat. Lebih banyak lagi yang bisa selamat."

“Saat kejadian, saya diperintahkan untuk tidak membicarakannya," ujarnya.

Seorang dokter yang terlibat dalam misi penyelamatan mengatakan: “Jika penemuan itu terjadi 10 jam lebih awal, kami mungkin bisa menemukan lebih banyak korban selamat.”

Yumi Ochiai, seorang penyintas, mengaku mendengar ratapan penyintas lainnya sepanjang malam, hingga akhirnya mereka merasakan dingin yang menyengat.

Antonucci menambahkan, "Jika tidak ada upaya untuk menghindari mempermalukan otoritas Jepang, tim Marinir AS bisa saja melakukan pencarian puing-puing pesawat kurang dari dua jam setelah kecelakaan."

Teka-teki mulai terungkap ketika lebih banyak tim dikirim untuk mengevakuasi badan pesawat dan bagian-bagian pesawat.

Dua tahun kemudian, setelah penyelidikan komprehensif, Komisi Investigasi Kecelakaan Pesawat Jepang menetapkan bahwa dekompresi tersebut disebabkan oleh perbaikan yang gagal oleh pekerja Boeing.

Pesawat yang sama terbentur keras saat mendarat di Bandara Itami pada Juni 1978, menyebabkan kerusakan ekor yang parah.

Benturan tersebut juga memecahkan sekat tekan, sehingga memerlukan perbaikan segera.

Namun, petugas perbaikan Boeing menggunakan dua pelat spice yang sejajar dengan retakan di sekat, alih-alih satu, sehingga pekerjaan perbaikan menjadi sia-sia.

Menurut Ron Schleede, yang dikutip The Sun, Minggu (17/8/2025), anggota Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat, awak pesawat telah melakukan segala yang mereka bisa untuk menghindari bencana yang “tidak dapat dihindari”.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Tak Hanya Melarang Medsos,...
Tak Hanya Melarang Medsos, Inggris Perketat Penggunaan AI bagi Anak dan Remaja
Rekomendasi
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
Berita Terkini
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved