AS Kerahkan 2 Kapal Perang usai 2 Kapal China Tabrakan saat Kejar Kapal Filipina

Kamis, 14 Agustus 2025 - 07:59 WIB
loading...
A A A
Kedutaan Besar Australia di Manila menyatakan keprihatinannya atas perilaku berbahaya dan tidak profesional kapal-kapal China di dekat Scarborough Shoal yang melibatkan Penjaga Pantai Filipina. "Insiden tersebut menyoroti perlunya de-eskalasi, pengendalian diri, dan penghormatan terhadap hukum internasional," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Ini merupakan pengalaman belajar bagi Republik Rakyat China," ujar Tarriela, komodor Penjaga Pantai Filipina, dalam konferensi pers di Manila.

"Selama bertahun-tahun, kami telah mengingatkan mereka untuk menghentikan manuver berbahaya, menghentikan pemblokiran yang berisiko, dan mematuhi peraturan (anti-)tabrakan karena jika ada kemungkinan besar terjadi salah perhitungan, insiden tabrakan seperti ini akan terjadi."

Tarriela berbicara beberapa jam setelah sebuah jet tempur China terbang sedekat 500 kaki (152 meter) untuk mencoba mengusir pesawat Penjaga Pantai Filipina dalam penerbangan pengintaian pada hari Rabu di atas Scarborough Shoal yang membawa sejumlah jurnalis undangan.

Jet tempur China tersebut melakukan manuver berbahaya selama sekitar 20 menit, termasuk terbang sekitar 200 kaki (61 meter) di atas pesawat kecil Filipina, kata Tarriela.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Inggris vs Ghana 0-0,...
Inggris vs Ghana 0-0, Laga Hambar di Boston
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved