Jelang Pertemuan Putin-Trump, Rusia Diduga Bersiap Tes Rudal Nuklir Skyfall yang Ditakuti

Selasa, 12 Agustus 2025 - 13:12 WIB
loading...
A A A
Uji coba pertama rudal tersebut dilaporkan dilakukan pada tahun 2016. Namun, para analis yakin bahwa Rusia kemungkinan besar telah mulai mengembangkan konsep tersebut pada awal tahun 2000-an.

Konsep sistem propulsi nuklir sendiri bukanlah hal baru. Pada tahun 1960-an, AS bereksperimen dengan desain sistem pengiriman bertenaga nuklirnya sendiri, tetapi eksperimen ini ditinggalkan sebelum desain rudal yang sebenarnya diuji.

Risiko yang terkait dengan program ini cukup signifikan, sebagaimana dibuktikan oleh insiden Nenoksa pada Agustus 2019. Saat itu, sebuah ledakan dalam operasi untuk memulihkan sumber propulsi nuklir dari dasar laut menewaskan beberapa ilmuwan Rusia. Ledakan tersebut juga menyebabkan peningkatan sementara tingkat radiasi di kota Severodvinsk, yang menggarisbawahi risiko signifikan dan kesulitan teknis yang terkait dengan sistem propulsi nuklir.

Pada 8 Agustus 2019, Kementerian Pertahanan Rusia mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa pada hari itu, ledakan mesin roket berbahan bakar cair telah menyebabkan kematian dua ilmuwan dan melukai enam orang lainnya, tetapi tidak ada radiasi yang dilepaskan.

Dua hari kemudian, Rosatom mengeluarkan pernyataan pertamanya terkait kecelakaan tersebut, yang menyatakan bahwa lima ilmuwan Rosatom tewas saat mengerjakan "sumber daya isotop dalam sistem propulsi cair."

Jumlah korban tewas meningkat menjadi tujuh, dan Kremlin mengaitkan kecelakaan itu dengan "rudal bertenaga nuklir". Rosatom melanjutkan dengan menyatakan bahwa uji coba tersebut dilakukan dari platform laut dan melibatkan "baterai nuklir".

"Uji coba ini berisiko menimbulkan kecelakaan dan emisi radioaktif lokal," kata Badan Intelijen Norwegia (NIS) dalam laporan penilaian ancaman yang diterbitkan tahun lalu. NIS mengatakan bahwa uji coba rudal dan torpedo Rusia diperkirakan akan terus berlanjut.

Uji coba lanjutan dilakukan pada tahun 2021, 2022, dan 2023.

Pengembangan Burevestnik, bersama dengan pengembangan torpedo nuklir Poseidon, merupakan bagian dari upaya Rusia yang lebih luas untuk mendiversifikasi dan memodernisasi triad nuklirnya, yang menjamin Moskow kemampuan serangan kedua.

Namun, para kritikus memperingatkan bahwa ukuran rudal yang besar, lebih dari 12 meter, kecepatan subsonik, dan emisi bahan radioaktif dari knalpotnya berarti rudal tersebut dapat dideteksi dan rentan terhadap beberapa jenis pertahanan rudal titik dan jarak pendek. Rudal jelajah serang darat subsonik Rusia, misalnya, dilaporkan telah dicegat dalam Perang Ukraina.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Iran Ngadu ke Rusia:...
Iran Ngadu ke Rusia: AS Ingkar Janji dan Jahat!
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Tanoto Scholars Gathering...
Tanoto Scholars Gathering 2026 Perkuat Kepemimpinan 240 Penerima Beasiswa TELADAN
Wamendagri: Indonesia...
Wamendagri: Indonesia Punya Satu Kesempatan Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Negara Maju
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Infografis
3 Senjata Rusia yang...
3 Senjata Rusia yang Paling Ditakuti oleh Militer Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved