ABG yang Terinspirasi Hitler Ini Pura-pura Masuk Islam untuk Bunuh Massal Jemaah Masjid

Selasa, 12 Agustus 2025 - 12:29 WIB
loading...
ABG yang Terinspirasi...
Seorang remaja Skotlandia yang terinspirasi Hitler berencana melakukan pembunuhan massal terhadap jemaah masjid di Greenock. Foto/Sky News
A A A
GLASGOW - Seorang remaja 16 tahun yang terinspirasi diktator Nazi Adolf Hitler telah merencanakan pembunuhan massal jemaah masjid di Greenock, Skotlandia. Dia berpura-pura masuk Islam agar bisa mendapatkan akses masuk masjid.

Namun, polisi setempat berhasil mencegah serangan teror itu. ABG (anak baru gede) tersebut, yang identitasnya tidak diungkap polisi karena usianya, juga mengidolakan sosok pembunuh massal Norwegia, Anders Breivik.

Dia ditangkap oleh detektif saat hendak membakar Inverclyde Muslim Centre—nama masjid di Greenock—pada bulan Januari.

Dia awalnya berharap masjid yang berkapasitas 275 jemaah itu akan penuh sehingga bisa menjalankan rencana pembunuhan massal.

Baca Juga: Erdogan Tegaskan Kejahatan Genosida Netanyahu Sudah Melebihi Hitler

Remaja tersebut telah blakblakan secara daring tentang rencananya untuk menyiarkan langsung serangan tersebut setelah dia teradikalisasi di media sosial pada usia 13 tahun.

Tersangka, yang berpakaian hitam dan membawa senapan angin, telah berhasil mengelabui sang imam masjid bahwa dia serius ingin masuk Islam atau mualaf.

Remaja neo-Nazi tersebut dibiarkan sendirian untuk memfilmkan dan menggambar sketsa area-area di mana para korbannya, termasuk anak-anak, akan terjebak selama serangan bom molotov yang direncanakan.

Imam masjid, Muhammad Bilal, mengenang momen pertama kali dia bertemu remaja tersebut dan mengizinkannya untuk salat pada Desember 2024.

"Ketika dia datang ke sini, dia adalah anak yang sangat baik dan hanya ingin menjadi Muslim," katanya kepada Sky News, Senin (11/8/2025).

"Ketika dia datang, saya memberinya Al-Qur'an untuk menambah ilmu," ujarnya.

"Dia mengatakan kepada saya sebuah pernyataan yang sangat mengejutkan. Dia mengatakan bahwa dia menginginkan kehidupan yang seimbang. 'Apa maksud Anda', tanya saya? Dia berkata: 'Saya ingin lebih dekat dengan Sang Pencipta jika saya menjadi Muslim'."

Remaja laki-laki tersebut, yang didiagnosis autisme, percaya bahwa orang kulit putih sedang "berperang" melawan ras lain dan telah "bersimpati" dengan Partai Nazi.

Hamid Akhtar, tokoh dari Inverclyde Muslim Centre, mengatakan insiden itu telah menjadi peringatan.

"Yang menakutkan adalah seseorang begitu baik sekaligus licik. Dia membodohi kami karena ingin mengubah keyakinan kami, padahal kami membantunya dengan segala cara dan memercayainya," katanya.

"Ini memberi kami pelajaran di masa depan tentang siapa yang akan masuk dan apa niat mereka. Kami punya lebih banyak kamera keamanan sekarang," ujarnya.

Tersangka remaja itu membuat "manifesto" sendiri di ponselnya yang menyatakan akan "mati demi tanah airku."

Ide awalnya, yang disebutnya "kocak", adalah melakukan serangan teroris di sekolahnya di Inverclyde.

Dia merekam dirinya sendiri berjalan melalui fasilitas pendidikan tersebut dan mengatakan bahwa dia berencana untuk "melenyapkan" salah satu kantor.

Dia kemudian membual di Telegram tentang bagaimana dia akan membuang ide itu dan malah fokus pada Masjid Greenock setelah berhasil menyusup ke dalam komunitas tersebut.

Seiring rencana pembantaian semakin dekat, dia menyiapkan manifesto "terakhir" yang menyatakan dia akan menyerang "besok" ketika "masjid itu sudah penuh".

Pada pagi hari yang dimaksud, dia meninggalkan rumahnya dengan ransel dan mengirim pesan kepada teman-temannya, dengan mengatakan: "Hari ini, saya memilih hidup saya yang dulu dan yang akan datang."

Dia muncul di masjid, tetapi tidak dapat masuk karena pintunya terkunci.

Yang tidak dia ketahui adalah polisi telah menerima informasi intelijen dan sedang menunggu untuk menangkapnya.

Di dalam tasnya, detektif menemukan pistol angin buatan Jerman-yang mampu menembakkan peluru BB-serta bantalan peluru, kartrid gas, dan empat kaleng semprotan aerosol.

Buku catatan yang berisi swastika juga ditemukan sebelum petugas kemudian menemukan salinan buku Hitler; Mein Kampf, pisau, dan bahan-bahan peledak di rumahnya.

Inverclyde Islamic Centre mengatakan kepada Sky News bahwa komunitasnya tetap lebih erat dari sebelumnya.

"Kejadian ini merupakan kejadian yang terisolasi, tetapi saya melihat komunitas hari ini dan Anda melihat jumlah orang yang datang, jadi kami senang polisi dapat menghentikan apa pun dari sedang terjadi," kata Adeel Naeen, tokoh masjid tersebut.

"Komunitasnya masih kuat dan tidak menghalangi orang-orang untuk berkumpul di sini," paparnya.

Tersangka remaja itu telah mengaku bersalah berdasarkan Undang-Undang Terorisme di Pengadilan Tinggi di Glasgow.

Dia akan dijatuhi hukuman dalam sidang berikutnya, yang belum ditentukan jadwalnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Penembakan Guncang Masjid...
Penembakan Guncang Masjid Terbesar San Diego AS, 5 Tewas, Termasuk 2 Tersangka
Pria Bersenjata Tembak...
Pria Bersenjata Tembak Mati 6 Orang di Supermarket Kyiv, Pelaku Dikenal sebagai Pembenci Yahudi
10 Masjid Terbesar di...
10 Masjid Terbesar di Dunia, Umat Muslim Indonesia Patut Bangga
Israel akan Batasi Akses...
Israel akan Batasi Akses Umat Islam ke Masjid al-Aqsa selama Ramadan
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Ekstrem! Pasangan Ini...
Ekstrem! Pasangan Ini Panjat Ujung Antena Empire State Building New York untuk Lamaran
Rekomendasi
Prabowo: Indonesia-Belarus...
Prabowo: Indonesia-Belarus Sepakat Mendukung Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Daud Joseph Mundur dari...
Daud Joseph Mundur dari Dirut PT Pos Indonesia usai Penggabungan BUMN Logistik
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Kampus Pertama Kunjungi Cikeas Art Gallery, Mahasiswa DKV Pelajari Masterpiece SBY
Berita Terkini
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved