Trump Kerahkan 800 Garda Nasional untuk 'Kudeta' Kepolisian Ibu Kota AS

Selasa, 12 Agustus 2025 - 10:42 WIB
loading...
A A A
Richard Stengel, mantan wakil menteri luar negeri di pemerintahan Barack Obama, menunjukkan bahwa Washington bukanlah salah satu kota paling berbahaya di AS.

"Sepanjang sejarah, para otokrat menggunakan dalih palsu untuk memaksakan kendali pemerintah atas penegakan hukum lokal sebagai awal dari pengambilalihan yang lebih nasional," tulisnya di X.

"Itu jauh lebih berbahaya daripada situasi yang dia katakan sedang dia perbaiki," paparnya.

Saat Trump berpidato di Gedung Putih, puluhan demonstran berkumpul di luar.

"Sama sekali tidak perlu Garda Nasional di sini," kata pensiunan berusia 62 tahun, Elizabeth Critchley, yang mengacungkan spanduk bertuliskan "DC mengatakan kebebasan, bukan fasisme."

Pendekatan baru ini menggemakan kebijakan agresif Trump yang secara efektif telah menutup perbatasan selatan di tengah deportasi massal, sementara juga mengerahkan pasukan aktif untuk menghadapi para pengunjuk rasa di Los Angeles.

New York, Chicago Berikutnya?


Presiden Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia berencana untuk menerapkan kebijakan tersebut ke kota-kota lain, dengan menyoroti New York dan Chicago.

Tidak seperti 50 negara bagian lainnya, Washington beroperasi di bawah hubungan unik dengan pemerintah federal yang membatasi otonominya dan memberikan Kongres kendali luar biasa atas urusan lokal.

Sejak pertengahan 1970-an, Undang-Undang Home Rule telah memungkinkan penduduk untuk memilih wali kota dan dewan kota, meskipun Kongres masih mengendalikan anggaran kota.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Arab Saudi Gempur Hodeidah,...
Arab Saudi Gempur Hodeidah, Houthi Ancam Balas: Konflik Yaman Kembali Memanas
Perang Makin Sengit!...
Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS
Rekomendasi
Kronologi Bentrokan...
Kronologi Bentrokan Berdarah Sekelompok Pemuda dengan Warga yang Tewaskan 1 Orang di Menteng
Jennifer Coppen Unggah...
Jennifer Coppen Unggah Sindiran Pedas soal Sosok Playing Victim, Warganet Berspekulasi
Polda Metro Jaya Selidiki...
Polda Metro Jaya Selidiki Meninggalnya Sutrimo di Kebayoran Baru, Ada Apa?
Berita Terkini
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved