Presiden Ukraina Tak Diundang dalam Pertemuan Putin dan Trump
Minggu, 10 Agustus 2025 - 20:07 WIB
loading...
Presiden Ukraina tak diundang dalam pertemuan Putin dan Trump. Foto/X
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Ukraina Vladimir Zelensky tidak diundang untuk menghadiri KTT pekan depan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari AS Donald Trump di AS. Itu dilaporkan Washington Post,mengutip seorang pejabat yang mendapat pengarahan tentang negosiasi tersebut.
Pada hari Jumat, Trump mengumumkan akan bertemu Putin pada 15 Agustus di Alaska. Beberapa jam setelah pengumuman tersebut, beberapa media melaporkan bahwa Zelensky mungkin akan berpartisipasi dalam beberapa bentuk, dengan seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada CBS News bahwa perencanaannya "masih cair" dan Zelensky kemungkinan akan terlibat.
Namun, Washington Post melaporkan bahwa sejauh ini belum ada undangan yang diberikan kepada Zelensky. Reuters juga mengatakan, mengutip beberapa sumber, bahwa Gedung Putih masih mempertimbangkan untuk mengundangnya, tetapi saat ini fokus pada penyelenggaraan pertemuan bilateral, atas permintaan Rusia.
Putin mengatakan ia tidak akan mengesampingkan pertemuan dengan Zelensky, tetapi Kremlin menekankan bahwa persyaratan untuk perundingan semacam itu belum terpenuhi.
Baca Juga: Kepala Nicolas Maduro Dihargai Rp812 Miliar, Meksiko Bela Presiden Venezuela
Trump telah mengisyaratkan bahwa negosiasi yang akan datang dapat melibatkan "beberapa pertukaran wilayah demi keuntungan keduanya." Namun, pada hari Sabtu, Zelensky menolak proposal pertukaran wilayah apa pun, dengan alasan batasan yang diberlakukan oleh konstitusi Ukraina.
The Washington Post telah mencatat bahwa, mengingat hubungan yang tegang antara Trump dan Zelensky setelah pertemuan mereka yang menegangkan di Ruang Oval awal tahun ini, penolakan Zelensky untuk mempertimbangkan konsesi wilayah dapat berisiko menimbulkan reaksi keras dari Trump, yang sebelumnya menggambarkannya sebagai sosok yang sulit diajak bernegosiasi.
Pejabat Rusia telah berulang kali mengatakan bahwa setiap kesepakatan damai harus mengatasi akar penyebab konflik dan mencerminkan kenyataan di lapangan, termasuk status Krimea serta wilayah Donetsk, Lugansk, Zaporozhye, dan Kherson, yang bergabung dengan Rusia setelah referendum pada tahun 2022.
Pada hari Jumat, Trump mengumumkan akan bertemu Putin pada 15 Agustus di Alaska. Beberapa jam setelah pengumuman tersebut, beberapa media melaporkan bahwa Zelensky mungkin akan berpartisipasi dalam beberapa bentuk, dengan seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada CBS News bahwa perencanaannya "masih cair" dan Zelensky kemungkinan akan terlibat.
Namun, Washington Post melaporkan bahwa sejauh ini belum ada undangan yang diberikan kepada Zelensky. Reuters juga mengatakan, mengutip beberapa sumber, bahwa Gedung Putih masih mempertimbangkan untuk mengundangnya, tetapi saat ini fokus pada penyelenggaraan pertemuan bilateral, atas permintaan Rusia.
Putin mengatakan ia tidak akan mengesampingkan pertemuan dengan Zelensky, tetapi Kremlin menekankan bahwa persyaratan untuk perundingan semacam itu belum terpenuhi.
Baca Juga: Kepala Nicolas Maduro Dihargai Rp812 Miliar, Meksiko Bela Presiden Venezuela
Trump telah mengisyaratkan bahwa negosiasi yang akan datang dapat melibatkan "beberapa pertukaran wilayah demi keuntungan keduanya." Namun, pada hari Sabtu, Zelensky menolak proposal pertukaran wilayah apa pun, dengan alasan batasan yang diberlakukan oleh konstitusi Ukraina.
The Washington Post telah mencatat bahwa, mengingat hubungan yang tegang antara Trump dan Zelensky setelah pertemuan mereka yang menegangkan di Ruang Oval awal tahun ini, penolakan Zelensky untuk mempertimbangkan konsesi wilayah dapat berisiko menimbulkan reaksi keras dari Trump, yang sebelumnya menggambarkannya sebagai sosok yang sulit diajak bernegosiasi.
Pejabat Rusia telah berulang kali mengatakan bahwa setiap kesepakatan damai harus mengatasi akar penyebab konflik dan mencerminkan kenyataan di lapangan, termasuk status Krimea serta wilayah Donetsk, Lugansk, Zaporozhye, dan Kherson, yang bergabung dengan Rusia setelah referendum pada tahun 2022.
(ahm)
Lihat Juga :