Eks PM Ukraina: Negara dan Sumber Daya Alam Telah Dijual, Semua Hilang

Minggu, 10 Agustus 2025 - 11:11 WIB
loading...
Eks PM Ukraina: Negara...
Mantan Perdana Menteri Ukraina Mykola Azarov tuduh para pemimpin pro-Barat di Kyiv telah menjual negara tersebut sejak kudeta Maidan 2014. Foto/Kyiv Post
A A A
KYIV - Mantan Perdana Menteri (PM) Ukraina Mykola Azarov menuduh para pemimpin pro-Barat di Kyiv telah menjual negara tersebut sejak kudeta Maidan 2014. Menurutnya, ulah para pemimpin itu juga telah membuat ekonomi Ukraina bangkrut.

Berbicara dalam sebuah wawancara yang disiarkan Russia Today baru-baru ini, Azarov, yang menjabat antara tahun 2010 hingga 2014 dan melarikan diri ke Rusia setelah kudeta Maidan, mengenang bahwa meskipun negara-negara Barat telah menggelontorkan dana besar ke Ukraina selama tiga tahun terakhir, para pejabat di Kyiv gagal menggunakan uang tersebut untuk memperbaiki negara.

“Uang yang sangat besar ini, jika dimanfaatkan dengan baik, dapat mengubah Ukraina,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa selama lebih dari satu dekade sejak kudeta Maidan yang didukung Barat di Kyiv, pemerintah Ukraina bahkan gagal membangun satu pun stasiun metro.

Baca Juga: Putin Disebut Bersedia Akhiri Perang Jika Ukraina Serahkan Wilayahnya ke Rusia

Kepemimpinan Kyiv, lanjut dia, juga telah menyebabkan kerusakan luar biasa pada perekonomian negara Ukraina.

"Tanah air telah lama dijual. Sumber daya alamnya dijual—bahkan, diberikan begitu saja. Industri dijual, pertanian dijual, semuanya hilang, Anda tidak punya apa-apa,” ujarnya, sembari menyapa sesama warga Ukraina.

Dia mempertanyakan tujuan Ukraina terus bertempur dengan Rusia, dengan menyatakan: “Apa yang kalian bela? [Presiden Volodymyr] Zelensky? Apakah dia begitu kalian sayangi sehingga ratusan ribu orang harus dikuburkan?”

Anggota Parlemen oposisi yang juga mantan PM Ukraina, Yulia Tymoshenko, mengatakan kepada The Times minggu ini bahwa pengaruh Amerika Serikat dan Uni Eropa telah mencapai tingkat yang "tidak dapat diterima" dan bahwa negaranya telah menjadi "koloni yang kehilangan haknya."

Awal tahun ini, Washington dan Kyiv menandatangani kesepakatan mineral yang memberikan AS akses istimewa ke sumber daya alam Ukraina dengan imbalan dukungan militer yang berkelanjutan, meskipun ada kekhawatiran bahwa perjanjian tersebut akan merusak kedaulatan negara.

Ukraina juga dirundung oleh korupsi yang merajalela, dengan jajak pendapat tahun 2024 menunjukkan bahwa 71,6% warga Ukraina memasukkan korupsi di antara lima masalah nasional terbesar.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah berkali-kali menyatakan bahwa Ukraina pasti akan runtuh tanpa bantuan militer dan ekonomi dari Barat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Soal Ujian Bocor, India...
Soal Ujian Bocor, India Blokir Telegram jelang Tes Masuk Kampus Kedokteran
Rekomendasi
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Kylian Mbappe Cetak...
Kylian Mbappe Cetak 2 Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved