Israel akan Duduki Kota Gaza, Bagaimana Reaksi Dunia?

Jum'at, 08 Agustus 2025 - 18:15 WIB
loading...
Israel akan Duduki Kota...
Tentara Israel terus melancarkan operasi militer di Gaza. Foto/irna
A A A
ANKARA - Kabinet keamanan Israel telah menyetujui rencana untuk menguasai Kota Gaza, yang memicu kecaman internasional yang semakin besar. Para pemimpin dunia memperingatkan konsekuensi kemanusiaan yang mengerikan.

Rencana menguasai kota terbesar di Gaza diumumkan pada hari Jumat (8/8/2025), sehari setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel bermaksud untuk mengambil alih kendali militer atas seluruh Jalur Gaza.

Rencana Israel memperluas serangannya ke Gaza diperkirakan akan memperburuk kehancuran kemanusiaan di daerah kantong yang terkepung tersebut. Langkah itu memicu gelombang pengungsian massal di tengah krisis kelaparan.

Berikut adalah reaksi dunia terhadap rencana Israel tersebut:

Kepala Hak Asasi Manusia PBB


“Rencana Pemerintah Israel mengambil alih sepenuhnya Jalur Gaza yang diduduki secara militer harus segera dihentikan,” ujar kepala hak asasi manusia PBB Volker Turk dalam pernyataan pada hari Jumat.

"Hal ini bertentangan dengan putusan Mahkamah Internasional yang menyatakan Israel harus mengakhiri pendudukannya sesegera mungkin, mewujudkan solusi dua negara yang disepakati, dan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri," tambah Turk.

Perdana Menteri Inggris


Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut keputusan Israel meningkatkan operasi militer di Gaza "salah" dan menyerukan pengekangan.

"Keputusan pemerintah Israel meningkatkan serangannya di Gaza adalah salah, dan kami mendesak mereka untuk segera mempertimbangkan kembali," ujarnya.

Dia menegaskan, "Tindakan ini tidak akan mengakhiri konflik ini atau membantu mengamankan pembebasan para sandera. Tindakan ini hanya akan membawa lebih banyak pertumpahan darah."

Kementerian Luar Negeri Turki


Turkiye mengatakan keputusan mengambil alih Kota Gaza bertujuan menggusur paksa warga Palestina dan menyerukan para pemimpin internasional mencegah rencana tersebut terlaksana.

"Kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memenuhi tanggung jawabnya guna mencegah penerapan keputusan ini, yang bertujuan menggusur paksa warga Palestina dari tanah mereka sendiri," tegas Kementerian Luar Negeri Turki, menurut Reuters.

Kementerian Luar Negeri China


China menyatakan "kekhawatiran serius" atas rencana Israel menguasai Kota Gaza dan mendesaknya "segera menghentikan tindakan berbahayanya".

"Gaza adalah milik rakyat Palestina dan merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Palestina," ujar seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China kepada AFP.

"Cara yang tepat untuk meredakan krisis kemanusiaan di Gaza dan mengamankan pembebasan sandera adalah gencatan senjata segera," tambah mereka.

Menteri Luar Negeri Australia


Menanggapi pernyataan Netanyahu bahwa militer Israel akan menguasai seluruh Jalur Gaza, Canberra memperingatkan perluasan wilayah tersebut akan memperdalam bencana kemanusiaan di Gaza.

"Penggusuran paksa permanen merupakan pelanggaran hukum internasional," ungkap Menteri Luar Negeri Penny Wong, seraya kembali menyerukan gencatan senjata segera.

“Bersama mitra internasional, Australia tetap menyerukan gencatan senjata, pemulangan sandera, dan bantuan agar mengalir tanpa hambatan,” ujarnya.

Wong juga menegaskan kembali dukungan Australia yang semakin besar terhadap negara Palestina, dengan menyatakan hal itu hanya masalah “kapan, bukan apakah”.

Menteri Luar Negeri Finlandia


Menteri Luar Negeri Finlandia Elina Valtonen menyatakan keprihatinan yang mendalam atas krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza, memperingatkan akan datangnya bencana kelaparan.

“Kami berharap gencatan senjata di Gaza segera dan pembebasan segera sandera Israel,” ungkap Valtonen, menurut Reuters.

Pemimpin Oposisi Israel


Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid mengecam keputusan pemerintah Netanyahu untuk merebut Kota Gaza.

“Ini adalah bencana yang akan menyebabkan lebih banyak bencana lagi,” tulisnya di akun X, menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyerah pada tekanan dari para menteri sayap kanan.

Ia mengatakan langkah tersebut mengabaikan nasihat militer dan kelelahan pasukan.

“Keputusan kabinet malam ini, yang bertentangan dengan sikap kepala staf umum IDF, merupakan bencana bagi generasi mendatang,” tulisnya.

Baca juga: Hamas: Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Israel Hampir Tercapai, Runtuh Akibat Keputusan Netanyahu
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Viral! Sekuriti Apartemen...
Viral! Sekuriti Apartemen Temukan Emas Ratusan Juta di Tempat Sampah, Kembalikan ke Pemilik
Rekomendasi
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Dana Rampasan Rp153,6...
Dana Rampasan Rp153,6 Miliar Kembali ke TASPEN, Buah Manis Sinergi dengan KPK
Berita Terkini
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved